Gambaran atau gejala klinik reaksi anafilaktik berbeda-beda sesuai berat ringannya reaksi antigen-antibogi atau tingkat sensitivitas seseorang. Namun, pada tingkat yang berat berupa syok anafilaktik gejala yang meninjol adalah gangguan sirkulasi dan respirasi. Reaksi anafilaktik biasanya melibatkan beberapa sistem tubuh, tetapi ada juga gejala yang terbatas hanya pada satu sistem tubuh, misalnya gatal pada kulit.
Tanda awal anafilaktik adalah kemerahan (eritema) menyeluruh dan gatal (urtikaria) dengan obstruksi jalan nafas atas dan/atau bawah. Pada kasus berat dapat terjadi keadaan lemas, pucat, hilang kesadaran dan hipotensi.
Petugas sebaiknya dapat mengenali tanda dan gejala anafilaktik. Pada dasarnya makin cepat reaksi timbul, makin berat keadaan penderita.
Baca Juga : Ketua IDI: Bismillah, Mari Bareng-Bareng Divaksin Covid-19
Penurunan kesadaran jarang sebagai manifestasi tunggal anafilaktik, ini hanya terjadi sebagai suatu kejadian lambat pada kasus berat. Denyut nadi sentral yang kuat (contoh: karotis) tetap ada pada keadaan pingsan, tetapi tidak pada keadaan anafilaktik.
Gejala anafilaktik dapat terjadi segera setelah pemberian vaksinasi (reaksi cepat) atau lambat.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.