Kerusuhan Landa Ibu Kota Belgia, Mobil Raja Philippe Dilempari Proyektil

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 18 2344275 kerusuhan-landa-ibu-kota-belgia-mobil-raja-philippe-dilempari-proyektil-6gvlQnrmjl.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

BRUSSELS – Kerusuhan pecah di Ibu Kota Belgia, Brussels pada Rabu (13/1/2021) malam menyusul kematian seorang pemuda kulit hitam di dalam tahanan polisi pada akhir pekan. Raja Belgia, Philippe dilaporkan terjebak dalam kekerasan yang terjadi.

Berdasarkan keterangan kepolisian, sekira 500 orang berkumpul di dekat kantor polisi Brussels-Utara memprotes kematian pria yang diidentifikasi oleh media sebagai Ibrahima B. Pemuda berusia 23 tahun itu ditangkap pada Sabtu (9/1/2021) malam setelah melarikan diri dari polisi yang memeriksa kelompok yang diduga melanggar pembatasan virus corona.

BACA JUGA: Berencana Bakar Alquran, 5 Aktivis Denmark Diusir dari Belgia

Para pejabat mengatakan dia kehilangan kesadaran setelah dibawa ke kantor polisi dan dibawa ke rumah sakit, di mana dia meninggal pada 20:22 waktu setempat, lebih dari satu jam setelah penangkapannya.

Pada Rabu sore pengunjuk rasa menggelar protes di kantor polisi yang menjadi pusat penyelidikan menuntut keadilan dari kematian tersebut. Demonstrasi kemudian berubah menjadi kerusuhan.

Sebuah kantor polisi dilaporkan dibakar sebentar selama kerusuhan, yang membuat jalan-jalan lokal dirusak. Video dari tempat kejadian menunjukkan mobil Raja Philippe terkena proyektil saat melewati area tersebut, demikian diwartakan BBC.

Seorang juru bicara polisi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa mereka telah melakukan beberapa penangkapan dan mengatakan empat petugas cedera.

Sejauh ini alasan kematian pemuda tersebut masih belum jelas, tetapi kantor kejaksaan Brussels mengatakan bahwa badan pengawas polisi telah membuka penyelidikan terkait kasus ini.

BACA JUGA: Dokter di Belgia Tetap Diminta Bekerja Meski Positif Covid-19

Menteri Dalam Negeri Annelies Verlinden mengutuk kerusuhan tersebut, menyebutnya sebagai kejadian yang tidak dapat diterima. Dia juga berusaha meyakinkan publik bahwa akan ada penyelidikan atas insiden tersebut.

"Kami akan menindaklanjutinya dan, jika perlu, mengambil langkah yang diperlukan untuk juga mengutuk pelanggaran yang dilakukan polisi," kata Verlinden seperti dikutip oleh Brussels Times. "Tapi hari ini, tidak ada alasan untuk melakukannya, dan oleh karena itu jelas tidak ada alasan untuk kekerasan semacam ini."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini