Pria Ini Ditangkap Setelah Caci Maki Polisi di Facebook

Subhan Sabu, Okezone · Kamis 14 Januari 2021 04:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 340 2344069 pria-ini-ditangkap-setelah-caci-maki-polisi-di-facebook-BgtCwXYeGT.jpg Foto: Okezone

GORONTALO - Seorang pemuda di Gorontalo terpaksa harus berurusan dengan pihak Kepolisian setelah mengunggah ujaran kebencian dengan memaki polisi melalui media sosial Facebook. Pemuda tersebut berinisial LB, warga Desa Pilomalula, Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Utara.

(Baca juga: Mayor Iwan, Pasukan Khusus Penemu Black Box Sriwijaya Air Mampu Menyelam di Kedalaman Ekstrim)

“Pelaku kasus ujaran kebencian yang berisikan makian yang ditujukan ke institusi Polri saat ini sudah diamankan di Mapolres Gorontalo Utara,” kata Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Wahyu Tri Cahyono, Rabu (13/1/2021).

Wahyu menjelaskan, penangkapan terhadap LB berawal saat Tim Reskrim mendapat informasi bahwa disalah satu akun atas nama Felisa Fadila telah memuat status di Facebook dengan menuliskan kalimat “K... C...I DENG NGO POLISI SATU” KIAPA JAGA BATAHAN” ORG NAE MOTOR” (Makian, dengan kalian polisi satu-satu kenapa tahan-tahan orang naik motor), yang merupakan kalimat makian terhadap Institusi Kepolisian.

“Dari hasil interogasi yang dilakukan, pelaku mengaku bahwa penghinaan terhadap Institusi Polri yang dilakukan oleh orang tak dikenalnya. Ia mengaku bahwa akun FBnya di bajak/hack oleh orang tak dikenalnya," tutur Wahyu

Menyikapi ujaran kebencian ini, Wahyu menjelaskan media sosial sudah menjadi kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di era digital saat ini, hampir seluruh masyarakat memiliki HP yang kesemuanya berbasis android, sehingga hal ini memungkinkan masyarakat menjalin interaksi menggunakan media sosial.

Disisi lain pemanfaatan medsos ini menurutnya memudahkan dalam komunikasi, namun disisi lain ini menjadi celah kelompok tertentu untuk memanfaatkan media sosial untuk hal negatif yakni menyebarkan hoax dan ujaran kebencian.

“Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial dan memanfaatkan dari medsos untuk menambah ilmu pengetahuan serta menambah teman, bukan untuk memprovokasi atau membuat postingan yang negatif,” ajak Wahyu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini