JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah daerah di Indonesia mulai terdampak bencana hidrometeorologi kering seiring memasuki musim kemarau. Berdasarkan laporan perkembangan situasi dan penanganan bencana periode Jumat (19/6) hingga Sabtu (20/6) pukul 07.00 WIB, kekeringan menjadi fokus penanganan instansi terkait di beberapa wilayah.
Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan langkah penanganan terhadap dampak kekeringan yang dirasakan warga Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, dan Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, sebanyak 44 kepala keluarga (KK) di Desa Taman Sari dan 523 KK di Kelurahan Sokanegara mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Kondisi ini terjadi seiring awal musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat sejak pertengahan Juni.
"BPBD Banyumas telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. Berdasarkan hasil asesmen sementara, kebutuhan penampungan air masih diperlukan guna mendukung distribusi air bersih kepada warga terdampak," kata Abdul dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).
Saat ini, sambung dia, telah tersedia penampungan air berkapasitas 4.000 liter yang ditempatkan di tiga titik lokasi. Pemerintah daerah juga berupaya menambah penampungan air di tingkat RT agar distribusi air bersih lebih merata menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Lalu, kata Abdul, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kekeringan yang mulai terjadi sejak Jumat (19/6) berdampak pada warga Desa Kutabawa dan Desa Serang, Kecamatan Karangreja.