Dramatisnya Proses Pemakaman Jenazah Covid-19, Susuri Jalan Licin dan Sebrangi Sungai

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 15 Januari 2021 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 510 2344811 dramatisnya-proses-pemakaman-jenazah-covid-19-susuri-jalan-licin-dan-sebrangi-sungai-w2gmPEWUr6.jpeg Sejumlah anggota MMDC membopong jenazah pasien Covid-19 menyusuri sungai (Foto : Muhammadiyah.or.id)

KALI BAWANG – Proses pemakaman pasien Covid-19 di penuh perjuangan Pantog Kulon RT 010 RW 005, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo, pada Selasa 12 Januari sungguh penuh perjuangan.

Sebanyak empat anggota Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang membawa jenazah harus melalui kondisi jalan yang terjal menuju lokasi pemakaman yakni jalan setapak dan menyebrangi sungai.

Sekretariat MDMC Kulon Progo Sunarwibowo dalam proses pemakaman ini, pihaknya dan BPBD mendampingi Satgas Covid-19 Desa Banjaroyo, Kalibawang.

“Untuk tempat mengapa dipilih yang ada di makam itu karena makam itu adalah makam keluarga, di makam tersebut semua keluarga besar di makamkan disitu jadi apapun yang dipilih dari pihak keluarga kita mengikuti sehingga jenazah di makamkan di makam tersebut,” jelas Sunarwibowo dilansir dari muhammadiyah.or.id, Jumat (14/1/2021).

“Apabila musim hujan maka jalan menuju ke sana sukar dilalui. Sehingga jalan satu-satunya paling dekat adalah lewat jalan setapak yang melewati kali itu,” tuturnya.

Kondisi medan di daerah Kulon Progo, kata dia, memang perbukitan kadang jalan setapak yang dilewati dan cukup menantang dan mengasikkan. "Banyak jalan menuju kearah makam masih setapak juga, melewati perbukitan kadang menyusuri sungai,” sambungnya.

Baca Juga : Kulon Progo Butuh Rumah Sakit untuk Tangani Pasien Covid-19

Menurutnya, lebih menantang lagi bila pemakaman dilaksanakan malam hari dengan kondisi jalan yang seperti itu cukup merepotkan bagi tim.

“Apalagi kalau pas hujan itu juga sangat tidak mendukung bagi tim untuk melakukan penguburan tetapi dengan segala pertimbangan dan resiko pemakaman harus tetap dilakuakn bila semaklin ditunda akan kurang baik,” kata dia.

Kru yang terlibat dari MDMC ada empat orang dengan peralatan dan kendaraan yang memadai. Diantaranya Azhari, Yusuf, Wakijo, dan Sunarwibowo.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini