Mesir Temukan 50 Peti Mati Kuno

Susi Susanti, Koran SI · Senin 18 Januari 2021 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 18 2346113 mesir-umumkan-penemuan-kuil-penguburan-kuno-AYI5kESzU0.jpg Foto: EPA

MESIR - Arkeolog mengumumkan harta karun terbaru termasuk 50 sarcophogi (peti mati) dan gulungan Kitab Orang Mati yang ditemukan di kuil yang didedikasikan untuk ratu Mesir kuno.

Kuil penguburan kuno adalah salah satu harta karun baru yang telah ditemukan oleh para arkeolog di sebuah situs di Mesir.

Penemuan ini dilakukan tim yang dipimpin mantan Menteri Negara Urusan Kepurbakalaan Mesir sekaligus arkeolog terkenal Zahi Hawass di pemakaman Saqqara, selatan Kairo.

Kuil Ratu Neit, yang merupakan istri Raja Teti, raja pertama dari Dinasti Keenam yang memerintah Mesir antara tahun 2323 SM dan 2150 SM, adalah salah satu item yang ditemukan.

Tim itu juga menemukan 52 sarkofagus kayu, yang berasal dari periode Kerajaan Baru, di lubang pemakaman di kedalaman 12 meter.

Selain itu, ditemukan pula papirus sepanjang 4 meter termasuk teks-teks Kitab Orang Mati dan kumpulan mantra yang bertujuan mengarahkan orang mati melalui dunia bawah di Mesir kuno.

(Baca juga: Ilmuwan yang Dijuluki "Pasien Nol" Covid-19 Terus Diburu)

Dikutip Daily Mail, Hawass, yang juga dikenal identik dengan topi Indiana Jones dan acara TV spesial di situs kuno Mesir, mengatakan kuil penguburan serta tiga gudang telah ditemukan di situs tersebut.

Dia mengatakan para arkeolog juga telah menemukan sumur pemakaman, peti mati dan mumi yang berasal dari Kerajaan Baru yang memerintah Mesir antara sekitar 1570 SM dan 1069 SM.

(Baca juga: Pemerintah AS Masukkan Xiaomi & CNOOC dalam Daftar Hitam)

Mereka telah mengungkap setidaknya 22 poros penguburan hingga kedalaman 4 meter, dengan lebih dari 50 peti mati kayu yang berasal dari Kerajaan Baru.

Saqqara, rumah bagi lebih dari selusin piramida, biara kuno, dan situs pemakaman hewan, adalah pekuburan yang luas di ibu kota Mesir kuno, Memphis dan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Hawass mengatakan pekerjaan telah dilakukan di situs yang dekat dengan Piramida Teti selama lebih dari satu dekade.

Penemuan candi, yang dibuat di dekat piramida tempat Raja Teti dimakamkan, merupakan hasil kerja sama antara kementerian barang antik dan Zahi Hawass Center di Bibliotheca Alexandrina.

Situs Saqqara adalah bagian dari nekropolis di ibu kota kuno Mesir, Memphis yang mencakup piramida Giza yang terkenal serta piramida yang lebih kecil di Abu Sir, Dahshur, dan Abu Ruwaysh.

Reruntuhan Memphis ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia Unesco pada tahun 1970-an.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mesir telah mempromosikan penemuan arkeologi baru ke media internasional dan diplomat dengan harapan dapat menarik lebih banyak wisatawan ke negara itu.

Diketahui, sektor pariwisata yang vital menderita akibat kekacauan politik dan kekerasan selama bertahun-tahun menyusul pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan otokrat Husni Mubarak.

Pada November tahun lalu, Mesir mengumumkan penemuan lebih dari 100 sarkofagus utuh. Ini menjadi penemuan terbesar.

Peti mati kayu yang disegel, dibuka di samping patung dewa kuno, berasal dari lebih dari 2.500 tahun dan milik pejabat tinggi dari Periode Akhir dan periode Ptolemeus Mesir kuno.

Saat itu, Menteri Purbakala dan Pariwisata Khaled al-Anani memprediksikan Saqqara belum mengungkap semua isinya.

Melalui pernyataan yang dirilis pada Sabtu (16/1), Hawass mengatakan penemuan terbaru dapat memberikan penjelasan baru tentang sejarah Saqqara selama Kerajaan Baru, antara abad ke-16 SM dan abad ke-11 SM.

Akhir tahun ini, dan setelah beberapa penundaan, pihak berwenang berharap untuk meresmikan museum baru - Museum Agung Mesir - di dataran tinggi Giza, rumah bagi piramida Giza yang terkenal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini