Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi Potensi Gempa Susulan, BMKG Pasang Perangkat Informasi Setiap Posko di Mamuju

Sazili Mustofa , Jurnalis-Selasa, 19 Januari 2021 |17:28 WIB
Antisipasi Potensi Gempa Susulan, BMKG Pasang Perangkat Informasi Setiap Posko di Mamuju
Ilustrasi gempa:Okezone
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Senin, 18 Januari 2021, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah diguncang gempa bumi sebanyak 31 kali, termasuk gempabumi dengan pada Kamis (14/1) pukul 14.35 WITA dengan kekuatan 5,9 SR.

Pada Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 WITA kembali gempa dengan kekuatan 6,2 SR, kemudian pada Sabtu (16/1) pukul 07.32 WITA dengan kekuatan 5,0 SR serta pada Senin (18/1) pukul 11.11 dengan kekuatan 4,2 SR.

BMKG melaporkan gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif, sehingga potensi gempa susulan diprakirakan masih akan terjadi.

Baca Juga: BMKG: Gempa di Majene dan Mamuju Kurang Lazim dan Aneh

Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, BMKG telah memasang perangkat informasi diseminasi di setiap posko yang terdapat di Kabupaten Mamuju.

"BMKG telah memasang perangkat informasi diseminasi yang ada di setiap posko ini, sehingga rekan-rekan yang ada di posko mendapatkan informasi sesegera mungkin, kurang lebih 2-3 menit setelah kejadian gempa bumi," ucap Rahmat dalam video conference pada Senin (18/1/2021) langsung dari Posko Penanganan Darurat Gempa Bumi Sulawesi Barat di Kompleks kantor Gubernur Sulbar.

Baca Juga:  Begini Penampakan Dampak Gempa Majene

Rahmat mengungkapkan bahwa setiap terjadi bencana seringkali terdapat informasi yang simpang siur atau tidak akurat yang menimbulkan kepanikan serta beredarnya isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Informasi yang simpang siur akan menimbulkan keresahan sekaligus kepanikan masyarakat dengan isu yang belum tentu benar atau hoax, seperti misalnya apabila terjadi guncangan sedikit saja pasti akan membuat keresahan masyarakat semakin meningkat," ungkap Rahmat.

Rahmat berharap dengan adanya pemasangan perangkat ini, informasi dari BMKG dapat tersampaikan dengan cepat, dan akurat serta digunakan sebagai acuan dalam bertindak menghadapi potensi gempa susulan.

"Sekiranya memang misalnya terjadi gempa dan tidak berpotensi tsunami, hal itu dapat segera tersampaikan kepada masyarakat sekitar tempat terdampak di Kabupaten Mamuju dan sekitarnya sehingga tidak membuat keresahan yang berlebihan," lanjutnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement