Share

BMKG Ungkap Munculnya Suara Dentuman di Sukabumi, Fenomena Apa?

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 01 Februari 2021 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 525 2354198 bmkg-ungkap-munculnya-suara-dentuman-di-sukabumi-fenomena-apa-2KwiCEfyYS.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya anomali gelombang seismik saat warga melaporkan suara gemuruh yang disertai suara dentuman.

Fenomena alam ini didengar oleh warga Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (30/1/2021) malam sekitar pukul 19.00 WIB. 

Warga yang mendengar suara dentuman disertai gemuruh itu sontak berlarian keluar rumah. Warga merasakan dua kali getaran sebelum muncul suara gemuruh dan dentuman.

"Hasil monitoring BMKG terhadap beberapa sensor seismik di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menunjukkan adanya anomali gelombang seismik saat warga melaporkan suara gemuruh yang disertai bunyi dentuman," ujar Koordinator bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Minggu (31/1/2021).

Baca juga: Heboh Suara Dentuman Misterius di Lampung, BMKG Pastikan Bukan karena Gempa

Daryono menjelaskan, bahwa rekaman seismik terjadi pada pukul 19.00.36 WIB hingga 19.00.43 WIB. Lama durasi rekaman seismik berlangsung cukup singkat hanya selama 7 detik.

"Anomali seismik ini tampak sebagai gelombang frekuensi rendah (low frequency). Sepintas bentuk gelombangnya (waveform) seismiknya mirip rekaman longsoran atau gerakan tanah," jelasnya.

Baca juga: Suara Ledakan Keras Gemparkan Warga Buleleng Bali, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena alam gerakan tanah memang lazim menimbulkan suara gemuruh bahkan dentuman yang dapat didengar warga di sekitarnya. 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Menurut laporan warga, getaran itu muncul setelah hujan deras mengguyur, jadi dugaan kuat yang terjadi adalah adanya proses gerakan tanah yang cukup kuat hingga terekam di sensor gempa milik BMKG," kata Daryono. 

Untuk verifikasi, lanjut Daryono, perlu dilakukan survei lapangan di wilayah dimana terdengar suara gemuruh untuk mencari apakah ada rekahan di permukaan akibat gerakan tanah tersebut.

"Jika tidak ditemukan maka besar kemungkinan proses gerakan tanah terjadi di bawah permukaan tanah," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini