Trump Tolak Bersaksi di Sidang Pemakzulan Dirinya

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 05 Februari 2021 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 18 2356874 trump-tolak-bersaksi-di-sidang-pemakzulan-dirinya-WStnFGk4H4.jpg Mantan Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

WASHINGTON- Pengacara mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (4/2) menolak permintaan dari Demokrat untuk bersaksi pada sidang pemakzulannya di Senat AS minggu depan.

"Presiden tidak akan bersaksi dalam proses inkonstitusional," kata penasihat Trump Jason Miller kepada Reuters.

Dalam surat terbuka, pengacara Trump, Bruce Castor dan David Schoen, menyebut permintaan itu sebagai "aksi hubungan masyarakat".

Diketahui, Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuduh Trump menghasut pemberontakan ketika dia mendesak para pendukung untuk "melawan" kekalahan pemilihannya sebelum mereka menyerbu Capitol, berkelahi dengan polisi dan menewaskan lima orang. Termasuk seorang petugas polisi Capitol.

Pada minggu ini, para pengacara menolak dakwaan pemakzulan dan menegaskan klaimnya jika kekalahan pemilihannya adalah hasil dari penipuan yang meluas dan tidak berdasar, yang dilindungi oleh Amandemen Pertama Konstitusi AS.

(Baca juga: PBB Serukan Aung San Suu Kyi Segera Dibebaskan)

Anggota parlemen Demokrat Jamie Raskin, yang mendukung pemakzulan DPR menulis dalam sebuah surat kepada Trump dari Partai Republik dan pengacaranya mengundang mantan Presiden Trump untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah.

"Jika Anda menolak undangan ini, kami memiliki setiap dan semua hak, termasuk hak untuk menetapkan di pengadilan bahwa penolakan Anda untuk bersaksi mendukung kesimpulan yang sangat merugikan mengenai tindakan Anda (dan kelambanan) pada 6 Januari 2021," tulis Raskin.

Pengacara Trump pun menulis surat balasan untuk Raskin. “Surat Anda hanya menegaskan apa yang diketahui semua orang: Anda tidak dapat membuktikan tuduhan Anda terhadap Presiden ke-45 Amerika Serikat, yang sekarang menjadi warga negara,” terangnya.

(Baca juga: Libatkan 28.000 Kamar Hotel, Inggris Luncurkan Skema Karantina Covid-19 di Hotel, Biaya Rp15 Juta per Orang)

Sementara itu, beberapa senator mengatakan akan menjadi ide yang buruk bagi Trump untuk bersaksi

“Saya tidak berpikir itu akan menjadi kepentingan siapa pun,” terang . Senator Republik Lindsey Graham, sekutu Trump, n kepada wartawan.

Pengacara Trump dan sebagian besar senator Republik telah menantang konstitusionalitas persidangan. Mereka mengatakan Senat tidak memiliki kewenangan untuk menyidangkan kasus tersebut karena Trump, yang juga anggota Republik telah meninggalkan jabatannya dan tidak dapat dicopot.

Mayoritas dua pertiga dari 100 anggota Senat harus mendukung dakwaan untuk memakzulkan Trump, yang berarti 17 anggota Republik harus bergabung dengan semua 50 anggota Demokrat untuk mendukungnya. Sidang pemakzulan Senat Trump akan dimulai minggu depan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini