Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunung Merapi Masih Terus Keluarkan Lava Pijar

INews.id , Jurnalis-Senin, 08 Februari 2021 |09:26 WIB
Gunung Merapi Masih Terus Keluarkan Lava Pijar
Foto: Antara
A
A
A

YOGYAKARTA - Aktivitas vulkanik hingga kini masih terus terjadi di Gunung Merapi. Dalam 13 jam gunung dengan ketinggian 2968 di atas permukaan laut ini tercatat 12 kaki mengeluarkan lava pijar guguran.

Kendati demikian, keluarnya lava pijar ini menurun dibandingkan dengan kejadian pada 27 Januari lalu. "Kejadian erupsi Merapi terjadi sejak 4 Januari lalu dan hingga saat ini masih terjadi, " kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, Senin (8/2/2021).

Dijelaskannya sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB, pada 7 Februari, tercatat gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini mengeluarkan lava pijar sebanyak 6 kali dengan jarak luncur awan panas bervariasi, namun jarak luncur terjauh 1 km.

Begitu juga dengan periode pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB Senin (8/2/2021) pagi. Gunung Merapi mengeluarkan 6 kali lava pijar. "Jadi dalam 13 jam tercatat 12 kali mengeluarkan lava pijar, " ujarnya.

Baca Juga: Dalam 12 Jam, Gunung Merapi Muntahkan 22 Guguran Lava Pijar

Selain lava pijar, BPPTKG juga mencatat kegempaan sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Gempa guguran tercatat 26 kali dan gempa fase banyak satu kali.

"Status Merapi masih siaga atau level III. Ancaman saat ini selain lava pijar dan awan panas guguran juga bahaya lahar hujan atau dikenal dengan lahar dingin saat terjadi hujan deras di puncak Merapi dalam waktu yang lama, " katanya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement