Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

LAPAN: Hujan Ekstrem dan Banjir Ancam Jakarta dan Sekitarnya

Fikri Kurniawan , Jurnalis-Kamis, 18 Februari 2021 |12:27 WIB
LAPAN: Hujan Ekstrem dan Banjir Ancam Jakarta dan Sekitarnya
Cuaca ekstrem (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Geologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terjadinya hujan ekstrem yang berlangsung pada 18-19 Februari 2021, di Jakarta.

Seiring hal tersebut, hasil pemantauan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggunakan Satellite-based Disaster Early Warning System (Sadewa), menunjukkan bahwa hujan ekstrem mulai terjadi di kawasan Jakarta sejak pukul 23.00 WIB.

Sadewa merupakan produk litbang LAPAN berupa aplikasi sistem peringatan dini atmosfer ekstrem berbasis satelit dan model atmosfer, yang dikembangkan untuk mendukung riset atmosfer maupun aplikasinya oleh badan operasional terkait.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Petir Guyur Jakarta Hari Ini 

Itensitas hujan semakin meningkat dan jangkauan wilayah yang meluas serta memanjang, hingga meliputi Bekasi, Depok, Tangerang, bahkan hingga Karawang.

Erma Yulihastin, Peneliti Sains Atmosfer dari Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN, mengatakan bahwa hujan ekstrem tersebut diprediksi mencapai intensitas maksimum pada pukul 05.00 WIB.

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Ini Titik Banjir di Jakarta 

Setelah itu, intensitas akan berkurang seiring waktu. Namun, hujan dalam skala sedang atau luas akan persisten terjadi sepanjang hari hingga pukul 17.00 WIB, di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

 

Pada sore hari, hujan juga akan terbentuk di kawasan Bogor dan sekitarnya, lalu menjalar ke utara menuju Jakarta dengan peningkatan intensitas hujan akan kembali terjadi menjelang tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Hujan di Jakarta bahkan masih akan terjadi hingga pukul 04.00 WIB pada tanggal 20 Februari 2021. "Hujan ekstrem dinihari ini sangat erat dipengaruhi oleh penguatan CENS dan angin utaraan di Laut Jawa yang bersifat sangat lembap," jelas Erma.

Erma berharap semua pihak selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir besar yang dapat terjadi pada 19-20 Februari secara luas di Jadetabek, sebagaimana yang pernah terjadi pada 1 Januari 2020.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement