Disebutkan, Sunan Lawu hanya bisa dilihat secara ghaib oleh orang-orang yang memiliki kelebihan supranatural masih melaksanakan tugasnya dengan baik untuk menjadi penguasa Gunung Lawu dan hal ghaib sekitar serta batasan-batasan wilayah yang telah ditentukan.
”Kyai Jalak yang terkenal dengan burung Jalak Gading masih sering terlihat wujudnya saat berada dalam pendakian dan mengantarkan pendaki untuk menemukan jalan sesuai kemampuan. Sifat kepahlawanan dari mereka masih ada hingga sekarang.”
Jelmaan Kyai Jalak
Dalam kesimpulan penelitiannya, Mirza menyebut ada beberapa mitos yang sampai sekarang masih berkembang di masyarakat. Dia menyebut adanya jelmaan Kyai Jalak adalah burung Jalak Gading atau Lawu.
”Jelamaan dari abdi dalem Prabu Brawijaya yang bernama Wangsa Menggala yang diberi nama Kyai Jalak. Burung tersebut yang menjadi penyelamat dan penolong pendaki saat kesusahan mencari arah dan tersesat.
Mitos tentang Jalak Gading ini juga disinggung dalam penelitian berjudul Sudi Identifikasi Keanekaragaman Hayati pada Habitat Jalak Lawu, Wilayah Lereng Gunung Lawu Kabupaten Magetan yang dimuat di Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
Penelitian dilakukan O.P. Astirin, Sugiyarto, dan S. Nugraha ketiganya dari UNS Solo pada 2019 lalu. Mereka menyebut Jalak Lawu yang oleh warga setepat disebut Jalak Gading merupakan spesies endemik yang sering terlihat oleh para pendaki.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.