Sindikat Pemalsuan Surat Rapid Test Palsu di Karangasem Bali Dibongkar, 3 Pelaku Ditangkap

Yunda Ariesta, iNews · Senin 22 Februari 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 340 2365983 sindikat-pemalsuan-surat-rapid-test-palsu-di-karangasem-bali-dibongkar-3-pelaku-ditangkap-EFVWdF2Qfa.jpg Surat rapid test palus.(Foto:Tangkapan layar)

KARANGASEM - Jajaran Polres Karangasem berhasil membekuk seorang berinisial B (49) yang menyeberang menggunakan surat rapid antigen palsu.

Pengungkapan terungkap dari kecurigaan petugas saat B menjawab salah, ketika diberi pertanyaan perihal sampel yang di ambil saat rapid test antigen.

Tak hanya B, jajaran Polres Karangasem juga menangkap SH (34) selaku penghubung dan NW (30) sebagai pembuat dan penjual asal Desa Bunganya Kangin Karangasem.

Baca Juga: Polda Metro Tangkap 7 Pemalsu Surat Tes Covid-19

Dari NW pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah alat scan dan printer, komputer, HP serta surat rapid antigen palsu yang sebelum di scan atas nama B, surat tersebut sudah dalam keadaan palsu pula.

Pembuat surat rapid test palsu, NW mengaku telah menjual surat rapid antigen palsu berkali-kali, ia menjual dalam kisaran Rp30 hingga Rp50 ribu.

Baca Juga: Pemilik RS Bangladesh Ditangkap Setelah Terbitkan Ribuan Hasil Tes Covid-19 Palsu

"Untuk pengguna jasa pemalsuan b dijerat pasal 283 ayat (2 kuhp dan atau pasal 268 ayat (2) kuhp dan atau pasal 93 j0 pasal b ayat 1 uu nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan atau pasal 14 uu nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular," ujar Kapolres Karangasem AKPBP Ni Nyoman Suartini, Senin (22/2/2021).

Kapolres menambahkan, sementara SH dijerat pasal 263 ayat (1) kuhp dan atau pasal 268 ayat (1) kuhp dan atau pasal 93 jo pasal b ayat (1) uu nomor

6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan atau pasal 14 uu nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakt menular.

Terakhir NW selaku pembuat dijerat pasal 283 ayat (1) dan ayat (2) kuhp dan atau pasal 268 ayat (1) dan ayat (2) kuhp jo pasal 56 ke-1 dan ke-2 kuhp dan atau pasal 93 jo pasal 9 ayat (1) uu nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan atau pasal 14 uu nomor 4 tahun 1964 tentang wabah penyakit menular.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini