Parlemen Belanda Nyatakan Tindakan China Terhadap Uighur Adalah Genosida

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 26 Februari 2021 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 18 2368660 parlemen-belanda-nyatakan-tindakan-china-terhadap-uighur-adalah-genosida-8mXOFFq0yV.jpg Penjaga keamanan berdiri di gerbang pusat pendidikan kejuruan di daerah otonomi Xinjiang, China, 3 September 2018. (Foto: Reuters)

AMSTERDAM - Parlemen Belanda pada Kamis (25/2/2021) mengeluarkan mosi tidak mengikat yang mengatakan perlakuan terhadap minoritas Muslim Uighur di China sama dengan genosida, langkah pertama yang dilakukan oleh sebuah negara Eropa.

Aktivis dan pakar hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta Muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah barat terpencil Xinjiang. Para aktivis dan beberapa politisi Barat menuduh China menggunakan penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi.

BACA JUGA: Parlemen Kanada Sebut Perlakukan China Terhadap Uighur Sebagai Genosida

China menyangkal adanya pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan mengatakan kamp-kampnya menyediakan pelatihan kejuruan dan dibutuhkan untuk melawan ekstremisme.

"Sebuah genosida terhadap minoritas Uighur sedang terjadi di China," kata mosi perlemen Belanda, yang tidak menuding secara langsung bahwa pemerintah China bertanggung jawab.

Kedutaan Besar China di Den Haag mengatakan pada Kamis bahwa setiap saran genosida di Xinjiang adalah "kebohongan langsung" dan parlemen Belanda telah "dengan sengaja mencoreng China dan mencampuri urusan dalam negeri China."

Kanada mengeluarkan resolusi yang memberi label perlakuan China terhadap genosida Uighur awal pekan ini.

Mosi Belanda mengatakan bahwa tindakan pemerintah China seperti "tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran" dan "memiliki kamp hukuman" berada di bawah Resolusi PBB 260, umumnya dikenal sebagai konvensi genosida.

BACA JUGA: Kesaksian Eks Tahanan: Wanita Uighur Diperkosa Secara Sistemik di Kamp Xinjiang

Partai VVD konservatif Perdana Menteri Mark Rutte menentang resolusi tersebut.

Menteri Luar Negeri Stef Blok mengatakan pemerintah tidak mau menggunakan istilah genosida, karena situasinya belum diumumkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau pengadilan internasional.

"Situasi Uighur sangat memprihatinkan," kata Blok mengatakan kepada wartawan setelah mosi itu disahkan. Dia menambahkan bahwa Belanda berharap untuk bekerja sama dengan negara lain mengenai masalah tersebut.

Penulis mosi tersebut, anggota parlemen Sjoerd Sjoerdsma dari kiri-tengah Partai D-66, telah secara terpisah mengusulkan untuk melobi Komite Olimpiade Internasional untuk memindahkan Olimpiade Musim Dingin 2022 dari Beijing.

“Mengakui kekejaman yang terjadi terhadap Uighur di China apa adanya, yaitu genosida, mencegah dunia untuk melihat ke arah lain dan memaksa kami untuk bertindak,” katanya kepada Reuters dalam tanggapan email atas pertanyaan.

Dalam pernyataan di situs webnya, Kedutaan Besar China di Den Haag mengatakan populasi Uighur di Xinjiang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menikmati standar hidup yang lebih tinggi, dan harapan hidup yang lebih lama.

“Bagaimana Anda bisa menyebut ini sebagai genosida?,” kata pernyataan itu. "Masalah terkait Xingjiang tidak pernah tentang hak asasi manusia, etnis atau agama, tetapi tentang memerangi terorisme kekerasan dan suksesi."

Pada Rabu (24/2/20210) Duta Besar China untuk PBB di Jenewa menuduh kekuatan Barat menggunakan masalah Uighur untuk mencampuri urusan dalam negeri China.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini