Meski begitu, Bima menjelaskan dengan antibodi yag masih tinggi bukan sebagai jaminan tidak bisa kembali terpapar covid-19 bagi penyintas termasuk penerima vaksin . Hanya saja, dengan antibodi tinggi bisa mempercepat proses pemulihan.
"Boleh divaksin tapi mubazirlah kira-kira begitu. Karena kalaupun divaksin nanti titernya akan naik lagi di atas 200. Saya digarisbawahi adalah titer tinggi ini belum menutup kemungkinan bagi penyintas untuk kembali terpapar dan terinfeksi itu, catatannya itu tetap berhati-hati saya ini karena masih mungkin terpapar. Demikian juga seperti analogi yang sudah divaksin. Divaksin itu tidak menutup kemungkinan untuk terpapar. Tetapi proses recovery akan lebih cepet karena antibodinya sudah ada," jelas Bima.
Karena itu, Bima menyumbangkan jatah vaksin covid-19 miliknya kepada yang lebih membutuhkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor akan mencari penerima sumbangan vaksin tersebut.
Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 Segera Selesai, Jokowi: Ekonomi Bangkit Kembali
"Vaksin saya ini saya akan serahkan kepada yang membutuhkan. Saya kira pelaku ekonomi, yang tidak mampu tolong diprioritaskan, yang bisa berguna untuk mereka. Saya belum tahu siapa penerimanya, nanti Dinkes yang akan mencari," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.