“Sebelum kami bergabung dengan GrabFood ini, pegawai kami hanya ada 7 orang. Setelah bergabung dengan GrabFood, pegawai kami yang di Sate DJ bertambah hingga 5 orang. Mereka khusus mengerjakan pesanan untuk order online GrabFood,” ungkapnya.
Uniknya, 5 pegawai yang direkrut Sate DJ adalah lulusan pesantren dari lingkungan rumah Munip di Madura.
“Dua hal itu, asli Madura dan lulusan pesantren, dipilih karena selain bekerja, sate DJ juga mengutamakan ibadah,” tambah Munip.
Di sisi lain, Munip mengakui, pengaruh aplikasi pesan-antar makanan seperti GrabFood, selain menguntungkan dirinya sebagai pengusaha, juga menguntungkan para pembeli.
“Bagus sekali dengan adanya order online seperti ini. Selain sangat membantu bagi resto, juga sangat efisien bagi pelanggan yang nggak sempat ke resto. Hal ini menjadi praktis bagi berbagai pihak,” jelasnya.
Munip adalah satu dari jutaan wirausahawan mikro yang tergabung dalam platform Grab di Indonesia.
CM
(Yaomi Suhayatmi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.