Berdalih Takut Dipecat dari Tempat Kerja, Pasangan Kekasih di Mojokerto Nekat Lakukan Aborsi

Sholahudin, iNews · Rabu 03 Maret 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 340 2371446 berdalih-takut-dipecat-dari-tempat-kerja-pasangan-kekasih-di-mojokerto-nekat-lakukan-aborsi-uHbukxbSTt.jpg Pasangan kekasih di Mojokerto melakukan aborsi karena malu dan takut dipecat dari tempat kerja.(Foto:iNews)

MOJOKERTO - Pasangan kekasih Daniel (19) dan Sheril (19) warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, nekat melakukan aborsi janin yang masih berumur tiga bulan.

Praktek aborsi dilakukan di rumah tersangka lak-laki dengan obat penggugur kandungan yang dibeli secara on line. Aksi tersebut dilakukan dengan dalih takut dipecat dari tempat bekerja.

Kepolisian Polres Kota Mojokerto melakukan reka ulang praktek aborsi yang dilakukan pasangan kekasih itu, Rabu (3/3/2021).

Tersanga melakukan adegan reka ulang sebanyak 15 adegan, mulai kedua tersangka datang ke rumah tersangka laki-laki dan melakukan proses pengguguran kandungan di kamar. Selanjutnya, tersangka Daniel membersihkan bayi di ember plastik dan memakamkan janin berusia tiga bulan di samping rumahnya.

Baca Juga: Tarif Aborsi Ilegal di Apartemen Bassura City Rp15 Juta

Praktek aborsi pasangan kekasih ini, terbongkar saat polisi dan petugas Satpol PP melakukan razia kos di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Mojokerto pada Februari lalu.

Saat memeriksa HP salah satu tersangka, petugas mendapatkan foto janin, dari situlah akhirnya tersangka mengaku jika melakukan aborsi. Petugas langsung melakukan penggeledahan di rumah tersangka, polisi menemukan obat aborsi dan menemukan makam janin di samping rumah tersangka. Tersangka mengaku melakukan aborsi karena takut dipecat di tempat kerjanya," ujar Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, Rabu (3/3/2021.

Baca Juga: Praktik Aborsi di Apartemen Bassura City Terbongkar, Janin Dibuang ke Toilet

Kapplresta menambahkan, aakibat perbuatanya tersangka dijerat Pasal 194 KUHP dan UU RI nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan Pasal 346 dan 348 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Sementara tersangka Sheril, mengaku malu dirinya sudah hamil. Selain itu, dia juga takut dipecat dari tempatnya bekerja. "Karena tuntutan pekerjaan, saya masih training di peruhsaan, jadi ndak boleh hamil, tetapi saya sudah hamil tiga bulan," tuturnya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini