Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

IDI Bandingkan Mutasi Corona N439K Asal Skotlandia dengan B117, Lebih Berbahaya Mana?

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 13 Maret 2021 |17:28 WIB
IDI Bandingkan Mutasi Corona N439K Asal Skotlandia dengan B117, Lebih Berbahaya Mana?
Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkap mutasi virus corona (Covid-19) yakni N439K telah terdeteksi di Tanah Air. Sudah ada 48 orang terinfeksi mutasi corona dari Skotlandia tersebut.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 PB IDI, Zubairi Djoerban, membandingkan N439K dengan mutasi Covid-19 B117 asal Inggris. Hingga saat ini, di Indonesia telah ditemukan 6 kasus mutasi B117.

Ia menjelaskan, berdasarkan catatan para epidemiolog, penyebaran N439K tidak secepat B117.

“Namun, yang jadi catatan epidemiolog, penyebaran N439K tidak secepat B117, dan semoga kedepannya juga demikian,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (13/3/2021).

Dia menjelaskan sifat-sifat mutasi Covid-19 N439K, seperti resisten terhadap antibodi.

“Yang paling disorot dari N439K adalah sifatnya yang resisten terhadap antibodi alias tidak mempan. Baik itu antibodi dari tubuh orang yang telah terinfeksi, maupun antibodi yang telah disuntikkan ke tubuh kita. Dikatakan Gyorgy Snell, Direktur Senior Biologi Struktural di Vir Biotechnology California, N439K punya banyak cara mengubah domain immunodominant untuk menghindari kekebalan (tubuh manusia) sekaligus mempertahankan kemampuannya untuk menginfeksi orang,” ucap Zubairi.

Baca Juga : IDI Ungkap 48 Kasus Covid-19 Mutasi N439K Terdeteksi di Indonesia

Zubairi mengatakan, varian N439K diduga muncul dua kali secara terpisah. Pertama kali di Skotlandia pada awal pandemi. Kemunculan keduanya dengan jangkauan lebih luas di Eropa dan saat ini sudah sampai Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement