JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro memiliki dampak positif. Meski dianggap memiliki dampak positif, PPKM mikro dinilai tidak signifikan dan banyak kontradiktif.
"Bagaimana dengan PPKM mikro, tentu ada dampak positif pada beberapa aspek terutama adanya sinergi pada level komunitas yang sebelum-sebelumnya belum tersentuh. Tentu ada aspek yang positif," kata Dicky saat dihubungi MNC Portal, Minggu (14/3/2021).
Meski begitu Dicky menyebut program PPKM mikro juga menimbulkan kontradiktif dalam pelonggaaran di tengah Pandemi Covid-19.
"Diketahui bahwa PPKM mikro juga menyimpan beberapa hal yang kontradiktif dalam hal pelonggaaran yang jauh lebih longgar dari PPKM sebelumnya di tengah situasi pandemi yang masih serius. Jadi adanya dampak yang timbul akhirnya tidak signifikan," jelasnya.
PPKM mikro juga dinilai juga belum mampu menggerakan 3T Tracing, Testing, Treatmen di tingkat komunitas. Upaya penggerakan 3T tingakat komunitas paling kecil hanya sebatas wacana.
"Sebagai contoh rapid test antigen belum terlihat, testing rendah, treasing juga belum bertambah. Dan ini satu kondisi yang perlu diperbaiki," jelasnya.
Baca Juga : Epidemiolog: Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Mengkhawatirkan
Di tengah gencarnya upaya vaksinasi di berbagai tempat oleh tenaga kesehatan lebih fokus itu. Seharusnya komunitas paling kecil dalam program 3T dapat dilakukan.
"3T itu dasar yang harus diperkuat karena itu sokogurunya, fondasinya," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.