Tak Jadi Beli Burung, Pemuda Ini Dikeroyok Anak Pak Kades Dkk

Bramantyo (Okezone), Okezone · Rabu 17 Maret 2021 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 512 2378972 tak-jadi-beli-burung-pemuda-ini-dikeroyok-anak-pak-kades-dkk-ZwhtaR4KDw.jpg Kapolres Karanganyar (Foto: Bramantyo)

KARANGANYAR - Seorang pemuda berinisial NES menjadi korban penganiyayaan enam orang hanya karena tidak jadi membeli burung berkicau.

Padahal sebelumnya, NES berminat membeli burung milik AF seharga Rp600 ribu. Ironisnya, dari enam pelaku, salah satunya anak seorang Kepala Desa didaerah Jumantono, Karanganyar ikut-ikut memukul korban.

Keenam pelaku penganiyayaan MAP, MTZ, ACD, CH, saat ini sudah diamanankan. Namun dua pelaku AF, dan AAB saat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan masih buron.

Baca juga: Ditemukan Fosil Burung Aneh Berusia 68 Juta Tahun, Paruhnya seperti Sabit

Kapolres Karanganyar AKBP menjelaskan kejadian itu terjadi pada Selasa 23 Februari 2021 sekira pukul 23.00 WIB.

Baca juga: Merpati Balap Termahal di Dunia, Harganya Capai Rp21,6 Miliar

Sebelum kejadian, AF mengundang rekan-rekannya yang lain untuk datang ketempatnya. Setelah yang lain datang, mereka pun kemudian menggelar pesta miras. Saat itulah AF mengundang korban untuk datang.

Tanpa rasa curiga karena kebetulan antara AF dan korban satu organisasi, korban pun datang memenuhi undangan dari pelaku. Setelah bertemu, korban meminta maaf karena tak jadi membeli burung jenis love bird.

Bukannya menanggapi permohonan maaf dari E, AF justru melayangkan bogem mentah kearah korban. Melihat AF memukul korban, bukannya memisah, rekan-rekan AF justru ikut-ikut memukul korban secara bersama-sama.

Bahkan meski korban sudah terjatuh tubuhnya diinjak-injak, hingga tulang rahangnya patah dan kepalanya berdarah.

"Korban berinisial NES (21) warga Demangan, Jumantono, mengalami patah tulang dan memar di beberapa bagian," jelas Kapolres Karanganyar, AKBP Muh Syafii Maula, Rabu (17/3/2021).

Setelah puas menganiyaya korban, para pelaku meninggalkan E yang sudah tersingkir dan tidak berdaya. Untungnya warga yang melihat kondisi itu langsung membawa korban ke rumah sakit Dr Oes Solo dan dioperasi.

"Dia dirawat empat hari karena harus dioperasi rahangnya dan perlu istirahat total untuk memulihkan luka kepalanya," terang Kapolres.

Polisi yang mendapatkan informasi adannya penganiyayaan langsung bergerak cepat. Dalam waktu singkat, empat orang berhasil dibekuk.

Justru otak penganiyayaan AF yang lebih memilih melarikan diri. Kini AF buron dan masuk dalam DPO Polisi.

"Saya minta agar pelaku yang masih melarikan diri untuk datang menyerahkan diri secara baik-baik pada polisi," tegas Kapolres.

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam pidana pasal 170 tentang pengeroyokan dengan ancaman penjara 9 tahun, dan Pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini