Share

Penembakan Spa yang Tewaskan 8 Orang, Pelaku Hadapi Dakwaan Berlapis

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 19 Maret 2021 05:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 18 2380290 penembakan-spa-yang-tewaskan-8-orang-pelaku-hadapi-dakwaan-berlapis-WKtLenSwcw.jpg Penembakan di spa pijat tewaskan delapan orang (Foto: EPA)

ATLANTA - Tersangka pelaku penembakan panti pijat dan spa yang menewaskan delapan orang di Kota Atlanta, negara bagian Georgia, Amerika Serikat (AS), dikenai dakwaan pembunuhan.

Namun para pejabat belum dapat memastikan apakah serangan dengan korban termasuk enam perempuan Asia itu karena motivasi rasial. Empat korban telah disebutkan identitasnya.

Tersangka, Robert Aaron Long, menghadapi berbagai dakwaan berlapis pembunuhan serta penyerangan.

Sherif Cherokee, Frank Reynolds mengatakan tersangka mengklaim "kecanduan seks".

Serangan ini terjadi di tengah peningkatan kejahatan yang menyasar warga keturunan Asia-Amerika.

Empat korban telah teridentifikasi sebagai Ashley Yaun, 33 tahun; Paul Andre Michels, 54 tahun; Xiaojie Yan, 49 tahun; dan Daoyou Feng, 44 tahun.

Sementara itu, korban lainnya, Elcias R Hernandez-Ortiz mengalami luka.

(Baca juga: Sidang Tersangka Penembakan Spa Pijat yang Tewaskan 8 Orang, Dibatalkan)

Dalam keterangan kepada media pada Rabu (17/3), para penyidik mengatakan tersangka bernama Robert Aaron Long telah mengakui perbuatannya, tapi membantah serangan ini bermotifkan rasial.

Long telah ditangkap dengan tuduhan empat pembunuhan, dan satu lagi atas penyerangan, menurut Departmen Sheriff wilayah Cherokee.

"Dia rupanya punya persoalan, apa yang ia rasakan sebagai kecanduan seks, dan lokasi tempat kejadian perkara telah menggodanya, dan dia ingin menyingkirkannya," kata Capt. Jay Baker yang juga menambahkan, Long ditangkap bersama barang bukti pistol 9 mm, dan tidak melakukan perlawanan.

Panti pijat ini diketahui terkadang menyediakan layanan prostitusi, tapi pihak berwenang mengatakan belum ada indikasi lokasi ini telah diincar sebelumnya.

"Ini adalah bisnis yang berjalan secara legal, yang masih berada dalam jangkauan kami," kata Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, yang menambahkan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam "mempermalukan ataupun menyalahkan korban".

(Baca juga: WHO: Kematian Akibat Covid-19 di Eropa Meningkat Dibanding Tahun Lalu)

Polisi juga mencatat masih terlalu dini bagi penyelidikan ini untuk mengungkap motif, dan tersangka melakukan aksi ini seorang diri.

Bottoms mengatakan tersangka ditangkap dalam perjalanan ke Florida, kemungkinan untuk melakukan aksi serupa.

Tersangka cepat diidentifikasi karena ayahnya sendiri membantu pihak kepolisian.

Menurut CBS News, tersangka mengatakan kepada para penyidik bahwa "dia mencintai Tuhan dan senjata"

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini