Majelis Rektor PTN Kecam Teror Bom Katedral Makassar, Ini 8 Pernyataan Sikapnya

Bramantyo, Okezone · Senin 29 Maret 2021 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 340 2385914 majelis-rektor-ptn-kecam-teror-bom-katedral-makassar-ini-8-pernyataan-sikapnya-Hw3ZXfYtJt.jpg Aparat keamanan menjaga lokasi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.(Foto:Dok Okezone)

SOLO - Aksi teror bom di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021), menuai kecaman dari berbagai pihak, salah satunya adalah Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Ketua MRPTNI yang juga Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Jamal Wiwoho mengatakan, teror tersebut menimbulkan ketakutan, kekacauan yang mengusik kedamaian, ketenangan, ketenteraman, dan rasa persatuan bangsa Indonesia.

Menyikapi aksi teror bom di Makasaar, MRPTNI menyatakan 8 poin mengutuk aksi tak bertanggung jawab tersebut.

Baca Juga: Dramatis! Husein Terduga Teroris di Condet Sempat Melawan Anggota Densus 88

"Pertama, MRPTNI mengecam dan mengutuk dengan keras serta menyatakan keprihatinan yang dalam atas peristiwa teror bom oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan tidak berperikemanusiaan yang menyebabkan jatuhnya korban terhadap masyarakat yang tidak berdosa," kata Jamal dalam surat pernyataan sikap MRPTNI, Senin (29/3/2021).

Baca Juga: Polisi Tangkap Seorang Pria dan Wanita Terduga Teroris di Condet

Poin kedua, tindakan teror bom tersebut, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan oleh agama manapun dan merupakan tindakan yang nyata-nyata melukai perasaan umat beragama di seluruh Indonesia.

Poin ketiga, menyatakan keprihatinan atas masih berkembangnya ajaran tindak kekerasan (ekstrimisme dan radikalisme) termasuk di dalamnya adalah pembenaran perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap memiliki perbedaan.

"Poin keempat, meminta kepada Pemerinah dan Polri pada khususnya untuk mengusut tuntas pelaku teror bom tersebut, termasuk menangkap dan memproses seluruh jaringan yang terlibat," ujarnya.

MRPTNI pada poin selanjutnya juga meminta agar pihak keamanan memperketat pengawasan tempat-tempat ibadah dan terus meningkatkan kerukunan antarumat beragama di seluruh tanah air.

Dan mengajak kepada seluruh pimpinan Perguruan Tinggi Indonesia untuk tidak memberi ruang gerak dan kesempatan atas berkembangnya semua ajaran yang membahayakan persatuan dan kebhinnekaan di Indonesia.

Pada poin ke tujuh, MRPTNI mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus memelihara dan mewujudkan kehidupan yang harmonis di tengah keragaman dan kebhinnekaan bangsa Indonesia. Pada poin terakhir, MRPTNI menyatakan belangsungkawa dan duka cita yang dalam kepada seluruh keluarga korban dan berharap tetap diberi ketabahan menghadapi peristiwa ini.

"Semoga bangsa Indonesia selalu diberi kekuatan dan keselamatan, dan senantiasa dapat menyelesaikan setiap cobaan yang merongrong persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," ujarnya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini