Korban Pemerkosaan Diikat Bersama Pemerkosanya dan Dipukuli Keluarganya Sendiri, Dianggap Mempermalukan

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 31 Maret 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 18 2387308 korban-pemerkosaan-diikat-bersama-pemerkosanya-dan-dipukuli-keluarganya-sendiri-dianggap-mempermalukan-ZYji4C0pQM.jpg Korban pemerkosaan diikat bersama pelaku pemerkosaan dan dipukuli keluarganya sendiri (Foto: The Sun)

INGGRIS –Seorang remaja korban pemerkosaan terlihat diikat bersama pelaku pemerkosaan dan dipukuli oleh keluarganya sendiri karena dianggap mempermalukan mereka.

Media lokal melaporkan remaja itu diyakini diarak di jalan-jalan oleh keluarganya karena mereka mengklaim remaja itu telah mempermalukan nama keluarga.

Belasan laki-laki terdengar berteriak “Bharat Mata Ki Jai”, yang berarti “Hidup Ibu India” saat dia diseret di sepanjang jalan tanah.

Kerabat korban dilaporkan termasuk di antara mereka yang memukulinya.

Pada satu titik dalam rekaman, gadis korban pemerkosaan itu terlihat duduk di depan pemerkosanya, yakni seorang ayah dua anak yang sudah menikah, dengan kepala di tangan saat dikelilingi oleh gerombolan orang yang mengamuk.

Enam orang, termasuk tersangka pemerkosa, ditangkap oleh polisi setelah video tersebut menjadi viral dan menyebabkan kemarahan di India. The Sun Online telah melihat rekaman yang mengerikan itu tetapi tidak mempublikasikannya.

(Baca juga: Gedung Putih: Orang Amerika Pantas Mendapatkan Informasi yang Lebih Baik tentang Asal-usul Covid-19)

Petugas polisi Dilip Singh Bilwal mengatakan kepada kantor berita lokal PTI jika polisi berhasil membebaskan gadis itu saat dia diarak.

Sebuah laporan terdaftar terhadap anggota keluarga gadis itu dan penduduk desa karena mengaraknya di desa dan memukulinya

Dua kasus telah didaftarkan terhadap tersangka pemerkosa serta anggota keluarga dan penduduk desa.

“Salah satu kasus terdaftar terhadap pria berusia 21 tahun yang dituduh melakukan pemerkosaan,” terangnya kepada wartawan.

“Laporan Insiden Pertama lainnya didaftarkan terhadap anggota keluarga gadis dan penduduk desa karena mengaraknya di desa dan memukulinya,” lanjutnya.

Data pemerintah menunjukkan catatan buruk India tentang kekerasan seksual telah menjadi fokus perhatian internasional, dengan rata-rata satu perempuan diserang secara seksual setiap 15 menit pada 2018.

Pada 2019, seorang wanita, 23, dibakar oleh sekelompok pria di Uttar Pradesh saat dia melakukan perjalanan ke pengadilan untuk mengajukan tuntutan pemerkosaan.

(Baca juga: Ibu Negara Turki Jatuh Cinta Pada Batik, Produk Kerajinan Indonesia)

Survei Kesehatan Keluarga Nasional, yang dilakukan pada 2015 – 2016 mengungkapkan 33 persen wanita menikah berusia 15-49 tahun mengalami kekerasan fisik, seksual, atau emosional dari pasangan.

Tapi, dari para korban ini, hanya 14 persen mencari pertolongan dan 77 persen tidak pernah membicarakannya.

Hampir 34.000 pemerkosaan dilaporkan terjadi di negara itu setiap tahun meskipun undang-undang yang ketat diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerkosaan dan kekerasan seksual telah menjadi sorotan di India sejak pemerkosaan dan pembunuhan geng tahun 2012 terhadap seorang wanita muda di Delhi, yang mendorong ribuan orang menuntut undang-undang yang lebih ketat.

Kemarahan atas kematiannya menyebabkan legislator mengesahkan undang-undang baru yang keras terhadap kekerasan seksual. Termasuk hukuman mati untuk pemerkosaan dalam beberapa kasus.

Hukuman penjara untuk pemerkosa digandakan menjadi 20 tahun serta mengkriminalisasi voyeurisme, penguntitan dan perdagangan perempuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini