Meski malu dan terpukul, Abu Umar tetap berharap menantunya tidak terlibat dengan jaringan teroris seperti yang diduga aparat. Sebab selama ini ia tidak melihat gejala yang aneh.
Dalam sehari hari NM juga berinteraksi dengan lingkungan seperti lazimnya warga lain. NM berasal dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Ia menikahi MB pada tahun 2005 dan dikarunia dua anak. Sejak menikah, NM yang merupakan anak tunggal, bertempat tinggal di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan.
"Kalau aneh aneh tentu saya tahu. Semoga tidak terlibat," kata Abu Umar.
Sementara Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto mengatakan Rabu ini (31/3), NM sudah dibawa ke Surabaya untuk menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur. Sementara MB, istri NM diperiksa di Polres Tulungagung dan rencananya akan dipulangkan.
Handono juga membenarkan, dalam penangkapan disertai penggeledahan di rumah NM, petugas menyita dua pucuk senjata api rakitan."Iya benar. Saya melihat dua pucuk senjata rakitan yang ditemukan. Seperti pistol dua biji dan beberapa selongsong peluru," kata Handono.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.