JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, TNI AL bakal mengerahkan kapal untuk mendistribusikan bantuan logistik ke lokasi bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Termasuk nanti ada pengawalan dari TNI AL yang akan mengirimkan kapalnya juga. Tentu ini adalah totalitas dari TNI-Polri juga akan mendukung kita semua. Jadi BNPB di sini berkolaborasi dengan semua kementerian dan lembaga,” kata Raditya dalam konferensi pers virtual dari Graha BNPB, Jakarta, Selasa (6/4/2021).
Sementara itu, Raditya mengatakan saat ini pengiriman bantuan sudah bisa melalui jalur laut dan udara.
“Bantuan tadi pagi sudah bergerak lewat kapal dari lokasi Adonara sudah dikirimkan. Juga tim lapangan sudah terkendalikan masalah perlintasan. Alhamdulillah cuaca cukup bagus jadi bisa melakukan pengiriman logistik,” katanya.
Selain itu, saat ini 5 helikopter yang disiagakan untuk mengevakuasi masyarakat yang terisolasi dan mendistribusikan bantuan. “Ini salah satu solusi bagaimana kita bisa memberikan aksesibilitas terhadap logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat,” ungkap Raditya.
Baca Juga : TNI AU Kerahkan 2 Pesawat Hercules Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana NTT
Raditya mengatakan, sebanyak 4 helikopter standby di Lembata, Larantuka, Adonara, dan Kupang. “Jadi ada 4 helikopter yang di-standby-kan. Kemarin juga kami sampaikan hadir satu, kemudian ini ada 3 lagi. Jadi kalau kita lihat rencananya dalam tanggap darurat ada 1 Heli di Lembata, 1 Heli di Larantuka, 1 Heli Adonara dan 1 Heli di Kupang,” katanya.
“Jadi dengan adanya kesulitan aksesibilitas karena negara kepulauan, saya rasa ini salah satu solusi bagaimana kita bisa menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi,” jelas Raditya.
Selain itu, kata Raditya, ada 1 heli yang dimanfaatkan untuk mobilisasi.
Baca Juga : Ralat Data Korban Meninggal Akibat Bencana di NTT, Ini Penjelasan BNPB
“Hal ini bilamana ada, perlu ada perawatan yang lebih lanjut, bilamana memang rumah sakit itu tidak ada, tidak mampu dan harus dilarikan ke rumah sakit besar, makanya 1 heli disiapkan. Selain itu juga untuk tenaga medis. Intinya 1 Heli ini adalah standby untuk mobilisasi yang lain dimanfaatkan untuk pengiriman logistik,” tutur Raditya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.