Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menengok Lancang Kuning, Pinisi, hingga Gelati Kapal Tradisional di Museum Bahari

Doddy Handoko , Jurnalis-Rabu, 07 April 2021 |06:05 WIB
Menengok Lancang Kuning, Pinisi, hingga Gelati Kapal Tradisional di Museum Bahari
Lancang Kuning (Foto: istimewa)
A
A
A

Arsitek kolonial Belanda betul-betul mempersiapkan bangunan berlantai tiga itu secara matang. Agar dapat bertahan lama terhadap gempuran badai laut tropis yang mengandung garam.

Tembok sekeliling gudang sangatvtebal, tiang-tiag penyangga langit-langitnya pun kokoh. Menggunakan kayu ulin (kayu besi) berukuran besar sehingga tak gampang keropos dari gangguan cuaca mau pun rayap. Tiang-tiang penyangga itu berjajar ditiap lantai ruangan yang luas lagi lebar.

Bayangkan, sejak gudang itu dibangun hingga sekarang, tiang penyangganya masih kokoh. Udara ruangan pun tetap terjaga. Dengan demikian rempah-rempah yang tersimpan dvisitu bisa bertahan lama tak gampang membusuk.

Rancangan teknis pengaturan sirkulasi udara menjadikan seluruh ruangan terasa sejuk. Sehingga rempah-rempah itu tetap segar sebelum dikirim keberbagai tempat nan jauh.

Pengaturan sirkulasi udara itu diupayakan dengan menempatkan puluhan jendela berukuran besar pada tiap ruangan. Bahkan, jendela-jendela lebar itu selalu terbuka siang dan malam sepanjang masa.

Ruangan museum terdiri dari ruang Masyarakat Nelayan Indonesia. Koleksi yang dipamerkan: miniatur kapal dan peralatan kenelayanan. Ruang Teknologi Menangkap Ikan. Koleksi yang dipamerkan: pancing, bubu, dan jaring. Ruang Teknologi Pembuatan Kapal Tradisional dengan koleksi yang dipamerkan: teknologi dan sentra pembuatan kapal.

Ruang Biota Laut dengan koleksi yang dipamerkan: aneka jenis ikan, kerang, tumbuhan laut, dan dugong. Ruang Pelabuhan Jakarta 1800-2000 (Pusat Perdagangan Dunia) dengan koleksi yang dipamerkan: artefak-artefak yang berhubungan dengan kesejarahan pelabuhan di Jakarta pada rentang tersebut, termasuk meriam, keramik, dan benteng.

Ruang Navigasi dengan koleksi yang dipamerkan: kompas, teleskop, dan sejumlah alat bantu navigasi. Pelayaran Kapal Uap Indonesia-Eropa dengan koleksi yang dipamerkan: foto-foto dokumentasi mengenai pelayaran kapal uap pertama dari Eropa ke Asia.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement