BANDUNG - Satpol PP Kota Bandung bakal mengerahkan sekitar 700 personel untuk memantau sejumlah titik yang berpotensi terjadinya kerumunan saat Ramadhan 1442 Hijriah. Potensi kerumunan bisa terjadi saat jelang buka atau ngabuburit.
Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas dan membagi unit khusus yang akan berpatroli pada siang, sore, dan malam.
Nantinya, para anggota Satpol PP ditempatkan di titik-titik yang biasa menjadi tempat berkumpul. Seperti di Taman Alun-Alun, Lapangan Tegalega, Lapangan Andir, dan tempat-tempat lainnya yang dinilai berpotensi menimbulkan kerumunan.
"Semua telah kita petakan terkait dugaan pelanggaran yang biasa timbul pada saat bulan suci Ramadan. Dari mulai PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial), tempat kuliner, tempat ngabuburit, buka bersama," kata dia, Selasa (13/4/2021).
Idris menegaskan, Surat Edaran (SE) Kementerian Agama telah menyatakan, kegiatan ngabuburit dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing. Sebab, dikhawatirkan terjadi penyebaran Covid-19.
"Untuk beribadah juga dianjurkan di rumah atau apabila di masjid tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas ruangan," katanya.
Baca Juga : Cegah Penularan Corona, Anies Keluarkan Panduan Ibadah Ramadhan 1442 Hijriah
Pada Ramadhan kali ini, Satpol PP juga akan mengawasi dan menertibkan para pedagang musiman atau pedagang kaki lima yang menjajakan menu buka puasa di tempat-tempat fasilitas umum.
"Bukan tidak boleh, tapi kegiatan yang menimbulkan kerumunan khawatir terjadi penyebaran Covid-19 dan mengganggu lalu lintas dan ketertiban itu akan mendapatkan perhatian khusus," tuturnya.
Idris mengatakan, pengawasan juga dilakukan terhadap pasar tumpah. Tim Satpol PP akan mengawasi kegiatan pasar tumpah dan pasar tradisional guna meminimalkan terjadinya kerumunan.
Baca Juga : Kemenkes Imbau Tak Perlu Bawa Anak di Bawah Usia 10 Tahun Tarawih di Masjid
Sejumlah pasar yang akan diawasi, yakni Pasar Kosambi, Pasar Andir dan Pasar Rajawali Timur. Termasuk juga Pasar Astana Anyar, Komplek Mekarwangi, dan Pasar Metuk di Kiaracondong. "Karena kegiatan pasar tumpah dikhawatirkan akan terjadi penyebaran Covid-19," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.