Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hilangnya Nama KH Hasyim Asy'ari dan Ayah Prabowo di Draf Kamus Sejarah, Gerindra: Nadiem Stop Sampai di Sini

Rakhmatulloh , Jurnalis-Kamis, 22 April 2021 |07:46 WIB
Hilangnya Nama KH Hasyim Asy'ari dan Ayah Prabowo di Draf Kamus Sejarah, Gerindra: Nadiem Stop Sampai di Sini
Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)
A
A
A

"Saya rasa ini, kok kalo keteledoran berkali-kali ini ada apa? Ya menurut saya di tengah situasi pandemi seprti ini janganlah buat gaduh seperti itu," imbuh dia.

Lebih lanjut Ali mengatakan, jika dicermati lebih jauh, Kemendikbud belakangan ini kerap bikin gaduh. Sebelum gaduh soal kamus sejarah Indonesia, lembaga yang dipimpin Nadiem juga bikin gaduh soal POP dan organisasi penggerak.

"Nah dari hal-hal semacam itu, saya melihat dan berkesimpulan fraksi gerindra, nadiem ini sudah cukup, stop sampai di sini saja, kalo menurut saya ya. Udah (cukup), banyak kok kader atau orang-orang yang mungkin lebih mampu dari dia gitu loh," ujarnya.

Ali menegaskan, jika kesalahan itu dilakukan sekali atau dua kali lalu dengan mudahnya meminta maaf karena keteledoran maka hal itu dianggapnya tak masalah. Namun jika hal itu dilakukan berkali-kali, Ali mengaku sanksi bahwa itu adalah keteledoran.

"Saya yakin ini ada upaya yang terselubung, ada sesuatu yang terselubung, saya melihatnya di situ karena vital semua, peta jalan pendidikan agama tidak masuk iya kan, kemudian di PP, Pancasila tidak masuk, malah tokoh-tokoh PKI pada masuk (kamus sejarah) gimana, iya gak? Ini kan kontradiktif loh, udah salah kemudian kontradiktif pula yang seharusnya tidak masuk jadi masuk, ini kan, udahlah. Menurut saya nadiem udah cukup," pungkas dia.

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement