Firasat Ibu Serda Setyo Wawan, Menangis Tanpa Sebab Sebelum KRI Nanggala-402 Hilang Kontak

Heri Purnomo, iNews · Selasa 27 April 2021 02:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 512 2401227 firasat-ibu-serda-setyo-wawan-menangis-tanpa-sebab-sebelum-kri-nanggala-402-hilang-kontak-0hMg1JGVeU.jpg Keluarga Serda Setyo Wawan (Foto: Heri Purnomo)

BLORA - Suasana duka masih menyelimuti keluarga Serda Setyo Wawan, salah seorang prajurit yang gugur dalam musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali.

Sebelum terjadi peristiwa hilangnya kontak kapal selam buatan Jerman itu, ibu Serda Setyo, Wiji (60) selalu menganis tanpa sebab hingga tidak bisa tidur satu malaman.

"Mboten ngertos, kulo kok kepingin nangis (nggak tahu, saya tiba tiba menangis), Ya Allah kenopo aku iki, Allahu Akbar," cerita Wiji (60) di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (27/4/2021).

Dan malam itu, lanjut Wiji, ia mengaku teringat pada anak bungsunya yang sedang tugas latihan perang.

Baca juga: Viral Video Anak Larang Ayahnya Kru KRI Nanggala 402 Berangkat Kerja

"Kulo kelingan anaku, sakderenge tugas Setyo pamit nek arep latihan perang. Lan dewekne cerito nek bar ngimpi ketemu bapak e (Saya teringat anaku, sebelum berangkat, Setyo pamitan ke sini kalau mau latihan perang. Dan ia cerita kalau habis ngimpi ketemu bapaknya)," imbuhya.

Pada Rabu 21 April 2021 kemarin, Wiji kaget melihat adanya pemberitaan di TV yang menyebutkan bahwa ada kapal selam tenggelam. Ia masih hafal dengan nomer kapal anaknya 402, karena anaknya pernah cerita.

Baca juga: Satu Angkatan di Sesko TNI, Kapolres Jakut Kenang Kolonel Harry Sosok yang Taat Beribadah

"Saya lihat di TV, kaget saya ingat kapal yang ditumpangi anak saya. Iku kapale anaku kok tenggelam," tuturnya sambil menangis.

Setyo adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia merupakan anak bungsu, sejak ia menikah Setyo tinggal bersama istrinya di desa Taji, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Ia mulai menjadi TNI AL sejak 2014 lalu, sebelumnya ia pernah bekerja sebagai karyawan swasta terlebih dulu. Lalu terpilih menjadi pasukan elite Katak baru satu tahunan.

Ia meninggalkan dua orang anak yang masih kecil dan satu istri. Sejak kecil ia bercita cita menjadi tentara. Dan sejak kecil pula ia sudah rajin membantu orang tua menjadi pedagang asongan di Satsiun Cepu .

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini