Duh! Sugiyono Terlilit Utang Rp1,5 Triliun Gara-Gara Semut Rangrang

Solopos.com, · Rabu 28 April 2021 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 512 2402359 duh-sugiyono-terlilit-utang-rp1-5-triliun-gara-gara-semut-rangrang-KQrKqe9ERp.jpg Foto: Solopos

SRAGEN – Sugiyono ( 45) bernapas lega usai dibebaskan dari tahanan setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sragen memutuskan mantan Sekretaris Desa Taraman itu terlepas dari jeratan pidana. Sugiyono sudah menghirup udara bebas sejak Selasa, 27 April 2021.

(Baca juga: Penjelasan UIN Jakarta yang Namanya Terseret Kasus Dugaan Terorisme Munarman)

Pemilik CV Mitra Sukses Bersama (MSB) berjanji bisa mengembalikan uang mitra bisnis semut rangrang sebanyak Rp1,5 triliun paling cepat dalam waktu empat tahun.

Sugiyono mengaku bersyukur bisa lepas dari jeratan pidana. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari doa ribuan mitra yang menginginkan kelanjutan pembayaran atas uang yang telah mereka serahkan ke CV MSB sebelum bisnis ternak semut rangrang itu ditutup per Mei 2019.

“Nanti pada 21-25 Mei, akan ada pembicaraan antara saya, koordinator dan perwakilan member. Nanti akan ada kesepakatan terkait skema kelanjutan pembayaran uang kepada mereka,” ujar Sugiyono dilansir sloops, Rabu (28/4/2021).

Bila dalam kesepakatan sebelumnya pembayaran uang mitra selesai pada Oktober 2022, setelah ada proses hukum, skema pelunasan uang mitra bisnis semut rangrang akan dijadwalkan ulang. Dia menegaskan butuh waktu paling cepat empat tahun dan paling lama enam tahun untuk melunasi semua uang mitra sebesar Rp1,5 triliun itu.

“Saya tetap butuh tambahan waktu. Sebab, selama mengelola MSB, saya tidak menumpuk uang dan aset dalam jumlah besar. Tergantung nanti kesepakatannya seperti apa. Yang jelas sumber dananya riil dan nyata,” papar Sugiyono.

Untuk melunasi uang mitra, Sugiyono mengandalkan keuntungan dari unit usaha jual beli sembako yang dikelola Komunitas Mitra Sejahtera (KMS). Sejak ia terjerat masalah hukum, KMS mengalami kevakuman.

Depo sembako yang tersebar di 200 kecamatan di Jateng, DIY dan Jatim terpaksa ditutup sebagai imbas masalah hukum itu. Rencananya, KMS akan diaktifkan lagi setelah Lebaran.

“KMS ini merupakan wadah jual beli khusus member. Saat ini kami baru memiliki 153 member. Para member bisa belanja sembako di KMS dan mereka akan mendapatkan kembali uang mereka sebesar 3% setelah mereka sudah mengumpulkan 100 poin. Harga sembako kami tidak lebih mahal dari toko lain, tapi kekuatan kami ada di member,” bebernya.

Kepada para mitra bisnis semut rangrang, Sugiyono kerap mengatakan MSB memiliki pengaman kuat. Salah satu pengaman yang dimaksud adalah koin crypto. Kendati begitu, Sugiyono menjadikan koin crypto itu bukan sebagai pengaman utama.

“Crypto itu hanya salah satu bisnis pengaman. Ibu bukan tempat simpanan uang. Tapi ketika nanti memungkinkan, bisa saya jadikan sebagai salah satu sumber untuk menyelesaikan pengembalian uang mitra. Sebab, kita tahu faktanya crypto tidak bisa dipastikan. Jadi, itu bukan jadi sumber utama (untuk mengembalikan uang mitra),” jelasnya.

Sugiyono menjelaskan uang Rp1,5 triliun itu merupakan modal dan hasil untuk para mitra bisnis semut rangrang. Dana itu berasal dari 9.397 mitra yang terbagi dalam 700.877 paket semut rangrang.

Data tersebut berasal dari dana yang dihimpun masing-masing koordinator wilayah. Jumlah itu masih akan diverifikasi lagi di tingkat koordinator.

“Nanti saya butuh pengertian mitra, apakah dengan kondisi seperti ini, mereka menginginkan pengembalian modal saja atau dengan hasilnya. Nanti akan kami bicarakan baik-baik dengan mitra,” tutup Sugiyono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini