Share

Facebook Tetap Larang Trump Posting di Media Sosial

Agregasi VOA, · Kamis 06 Mei 2021 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 18 2406484 facebook-tetap-larang-trump-posting-di-media-sosial-Oym5h3BSR0.jpg Mantan Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Dewan pengawas Facebook menegaskan keputusannya melarang mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memposting komentar pada akun Facebook dan Instagramnya.

Tindakan ini diberlakukan setelah ia memposting komentar yang menghasut sementara ratusan pendukungnya menyerbu Gedung Kongres AS, Capitol Hill, pada 6 Januari lalu.

Namun, panel kuasi-independen itu membuka kemungkinan Trump dapat kembali ke sosial media populer itu dan menyatakan "tidak pantas bagi Facebook untuk memberlakukan hukuman dengan penangguhan yang tanpa batas dan tidak standard."

Komisi pengawas itu memberi para eksekutif Facebook waktu enam bulan untuk memeriksa kembali "hukuman sewenang-wenang" itu yang diberlakukan sehari setelah serbuan ke Capitol Hill, ketika Trump mendesak para pengikutnya untuk mengkonfrontasi anggota Kongres yang sedang mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS.

Tinjauan tersebut menyatakan eksekutif Facebook harus memutuskan hukuman lain yang mencerminkan "beratnya pelanggaran itu dan potensi bahaya pada masa mendatang."

(Baca juga: WHO: Cuci Tangan Atasi Infeksi Mematikan, Selamatkan Nyawa)

Manajemen Facebook menanggapi dengan mengungkapkan โ€œakan mempertimbangkan keputusan dewan dan menentukan tindakan yang jelas dan proporsional. Sementara itu, akun Trump tetap ditangguhkan."

Trump bereaksi marah atas keputusan panel pengawas itu. "Kebebasan berpendapat telah dicabut dari Presiden Amerika Serikat karena kelompok kiri yang gila dan takut atas kebenaran, namun kebenaran tetap akan terungkap, lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya,โ€ terangnya.

โ€œRakyat negara kita tidak akan membiarkannya!โ€ tegasnya.

"Perusahaan media sosial yang korup ini harus membayar harga secara politik dan tidak boleh diizinkan lagi untuk menghancurkan dan memusnahkan proses elektoral kita,โ€ lanjutnya.

Presiden AS ke-45 itu berpendapat larangan atas komentarnya, yang dilakukan Facebook, Twitter, dan Google merupakan langkah yang memalukan bagi negara.

Trump, kini sudah tiga bulan lebih tidak lagi memegang jabatan tetapi mempertimbangkan pencalonan kembali untuk jabatan presiden tahun 2024. Pengumuman itu diluncurkan melalui situs barunya pada Selasa (4/5) lalu, bertajuk "Dari Meja Donald J. Trump," untuk berkomunikasi dengan pendukungnya. Situs itu lebih mirip cuitan Twitter, dengan postingan yang ditulis oleh Trump sehingga dapat diposting di Facebook, Twitter, dan YouTube.

(Baca juga: Jerman Tegaskan Ansaar International Sebagai Organisasi Muslim Terlarang)

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(sst)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini