Kasus Covid-19 Terus Meroket, Nepal Digadang-gadang Jadi India Kedua

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 06 Mei 2021 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 18 2406618 kasus-covid-19-terus-meroket-nepal-digadang-gadang-jadi-india-kedua-HacePPUMkm.jpg Kasus Covid-19 terus melonjak di Nepal (Foto: CNN)

Adhikari mengatakan dalam beberapa pekan terakhir, beberapa orang India telah melarikan diri dari gelombang kedua negara mereka, berharap dapat mengakses perawatan kesehatan di Nepal atau melarikan diri ke negara ketiga.

"Sangat sulit menghentikan semua mobilitas antara kedua negara," tambahnya.

Belakangan ini, Nepal memperketat aturan itu. Menteri Luar Negeri Nepal, Pradeep Kumar Gyawali, warga Nepal sekarang hanya dapat menyeberang dari India di 13 titik dari 35 titik perbatasa.

Menurut Shankar Bahadur Bista, asisten kepala distrik distrik Banke, yang berbatasan dengan India, para pengungsi yang kembali perlu diuji di perbatasan.

Siapapun yang dites negatif bisa pulang - tapi kasus positif harus masuk fasilitas karantina atau rumah sakit.

Namun, Dr Sameer Mani Dixit, seorang ilmuwan penelitian kesehatan masyarakat yang berbasis di Nepal, mengatakan tindakan tersebut terlambat karena virus sudah menyebar di dalam negeri.

  • Pertemuan skala besar

Krisis Nepal dilaporkan mulai meningkat pada awal April lalu, ketika Perdana Menteri K.P.Sharma Oli menyebut satu lagi obat virus corona yang belum terbukti.

Oli mengatakan penyakit itu dapat diobati dengan berkumur dengan daun jambu biji. Dia juga sempat mengatakan jika orang Nepal memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat karena asupan rempah-rempah setiap hari.

April lalu, warga Nepal berkumpul untuk festival keagamaan di rumah dan di seberang perbatasan di India. Di sini umat Nepal bergabung dengan umat Hindu yang mandi di Sungai Gangga untuk Kumbh Mela, salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia.

Menurut pernyataan dari Rumah Sakit Internasional Norvic di Kathmandu, mereka termasuk mantan Raja Nepal Gyanendra Shah dan Ratu Komal Shah, yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 sekembalinya ke Nepal.

Sekitar waktu yang sama, ribuan orang Nepal berkumpul di ibu kota untuk merayakan festival keagamaan besar Pahan Charhe. Yang lainnya berkumpul di Bhaktapur, kota terdekat untuk merayakan Bisket Jatra, meskipun pihak berwenang memerintahkan mereka untuk tidak melakukannya.

Satu plakat yang mendukung acara tersebut berbunyi: "Festival kami lebih berharga daripada nyawa kami bagi kami."

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini