Satu Jam, Puluhan Kendaraan Diminta Putar Balik di Pos Penyekatan Sleman

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 06 Mei 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 510 2406723 satu-jam-puluhan-kendaraan-diminta-putar-balik-di-pos-penyekatan-sleman-5UVT0BP2CZ.jpg Foto: Sindo/Priyo

SLEMAN - Masyarkat masih banyak yang tidak mematuhi larangan mudik 2021, mulai 6 Mei-17 Mei 2021.

Terbukti saat petugas gabungan melakukan pemeriksaan kendaraan roda empat dari luar daerah yang akan masuk wilayah DIY di Pos Penyekatan Tempel, Sleman, Kamis (6/5/2021) puluhan kendaraan tidak bisa menunjukkkan surat izin keluar masuk daerah, termasuk surat bebas COVID-19, baik swab Antigen maupun PCR. Oleh petugas puluhan kendaraan tersebut diminta putar balik.

“Dari pukul 09.15 WIB-10.15 WIB tercatat ada 50 kendaraan yang terjaring, dari jumlah ini 20 kendaraan diminta putar balik, karena tidak bisa menunjukkan izin keluar masuk dan surat bebas COVID-19,” kata Kepala Pos Penyekatan Tempel, Iptu Sanika, Kamis (6/5/2021).

Sanika menjelaskan kegiatan penyekatan ini dilakukan dengan shifting. Di mana shift pertama dilakukan dua jam. Kemudian akan berlanjut dengan shift kedua dan ketiga. Penyekatan melibatkan 33 petugas. Terdiri dari Polri, TNI, Dinas perhubungan, Satpol-PP, Dinas Kesehatan dan relawan.

“Selain melakukan penyekatan di jalur perbatasan, jalur-jalur alternatif atau jalur tikus yang dimungkinkan dilalui oleh pemudik juga diawasi. Pengawasan melibatkan petugas Polsek bersama satgas kapanewon, dibackup Dishub dan Satpol PP Sleman,” terangnya.

Plt. Kepala Dishun Sleman Arif Pramana mengatakan untuk jalur alternatif ini sudah mengiidentifikasi. Yaitu, di Prambanan, tepatnya di simpang empat timur Candi Prambanan, yakni jalur ke arah selatan masuk ke Kebondalem d pintu masuk Sleman lewat Prambanan-Piyungan. Kemudian, arah utara pintu masuk Sleman lewat Tulung, Tamanmartani, Kalasan.

Kemudian di Jambon, Sindumartani, Ngemplak pintu masuk Sleman dari arah Manisrenggo, Klaten, kemudian jalur Sindumartani sampai Butuh, Glagaharjo, Cangkringan. Lalu, di wilayah utara, jalur alternatif teridentifikasi di Balerante, Wonokerto, Turi dan sekitar Banyurejo Tempel sampai menyusuri saluran Mataram.

“Jalur alternatif yang teridentifikasi lainnya di wilayah Minggir. Di sana menjadi pintu masuk Nanggulan,” terangnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini