India Pecahkan Lagi Rekor Kematian Akibat Covid-19, Sejumlah Negara Bagian "Lockdown"

Agregasi VOA, · Senin 10 Mei 2021 05:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 18 2408174 india-pecahkan-lagi-rekor-kematian-akibat-covid-19-sejumlah-negara-bagian-lockdown-hgoL1ZM2Eb.jpg Kasus kematian akibat Covid-19 semakin tinggi, sejumlah negara bagian di India lockdown (Foto: Reuters)

INDIAPemerintah India pada Sabtu (8/5) melaporkan jumlah kematian Covid-19 tertinggi dalam satu hari. Kasus infeksi terus meningkat dan negara-negara bagian memberlakukan lockdown yang lebih ketat.

Kementerian Kesehatan India melaporkan 4.187 kematian selama 24 jam terakhir, menjadikan jumlah kematian secara keseluruhan di negara tersebut mendekati 240 ribu. Institute for Health Metrics and Evaluation memperkirakan bahwa India akan mencatatkan 1 juta kematian akibat Covid-19 pada Agustus mendatang.

Kasus meningkat 401.078 pada hari Sabtu (8/5), sehingga total kasus positif virus corona sejak awal pandemi menjadi 21,9 juta.

Pakar medis mengatakan jumlah nyata kasus Covid-19 dan kematian cenderung jauh lebih tinggi daripada penghitungan resmi.

Negara bagian Tamil Nadu, yang terkenal dengan manufaktur mobilnya termasuk BMW, Daimler, Hyundai, Ford, Nissan dan Renault, mengatakan akan beralih dari restriksi sebagian menjadi lockdown penuh pada hari Senin (10/5). Negara bagian ini akan menutup operasi transportasi umum dan BUMN alkohol yang dikelola negara.

(Baca juga: Bentrokan Susulan Pecah Lagi di Yerusalem)

Negara bagian tetangga, Karnataka, memperpanjang lockdown total pada Jumat (7/5) malam. Ibu kota negara bagian Bengaluru adalah pusat teknologi utama, tempat bagi perusahaan-perusahaan raksasa, termasuk Google, Amazon, dan Cisco.

India belum memberlakukan lockdown secara nasional seperti yang dilakukannya selama gelombang pertama tahun lalu. Namun sekitar setengah dari semua negara bagiannya telah memberlakukan lockdown total dan sisanya masih memberlakukan restriksi wilayah sebagian.

Regulator obat India pada Jumat (7/5) menyetujui penggunaan darurat obat baru yang disebut 2-deoksi-D-glukosa setelah uji klinis menunjukkan obat itu membantu pemulihan pasien yang dirawat di rumah sakit dan mengurangi ketergantungan pada oksigen tambahan. Obat itu dikembangkan oleh Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India dan Dr. Teddy's Laboratories Ltd. yang berbasis di Hyderabad.

(Baca juga: Kekerasan di Yerusalem, Dunia Internasional Imbau Kedua Pihak Menahan Diri)

Meskipun merupakan pembuat vaksin terbesar di dunia, India sedang berjuang untuk memproduksi dan mendistribusikan dosis yang cukup untuk membendung gelombang Covid-19.

Negara ini telah memberikan lebih dari 167 juta dosis vaksin tetapi tingkat vaksinasinya telah menurun dalam beberapa hari terakhir. Hanya sekitar 2% dari 1,4 miliar penduduknya yang telah menerima dua dosis yang diperlukan untuk mendapatkan imunisasi lengkap.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini