Indonesia Kutuk Serangan Bom di Sekolah Dasar Afghanistan

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 10 Mei 2021 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 18 2408293 indonesia-kutuk-serangan-bom-di-sekolah-dasar-afghanistan-EOPBuuQBzN.jpg Kerabat menangis pada pemakaman massal pada korban ledakan bom di sekolah di Kabul, Afghanistan, 9 Mei 2021. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengutuk serangan bom yang menargetkan sekolah dasar Sayed Al-Shuhada di Kabul, Afghanistan yang terjadi pada Sabtu (8/5/2021), dan menyampaikan duka cita mendalam bagi Afghanistan dan mereka yang terdampak serangan itu.

“Indonesia mengutuk serangan brutal yang menyasar Sekolah Sayed Ul-Shuhada, Afghanistan yang telah menyebabkan puluhan korban jiwa dan ratusan luka-luka termasuk murid perempuan yang tidak berdosa,” demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri RI melalui akun Twitter resmi @Kemlu_RI.

“Duka cita dan simpati yang mendalam terhadap keluarga korban dan seluruh rakyat Afghanistan.“

BACA JUGA: Serangan Bom Guncang Sekolah di Afghanistan, Setidaknya 68 Orang Tewas

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan dukungan bagi upaya Afghanistan memerangi terorisme dan mencapai perdamaian setelah konflik yang panjang.

“Indonesia akan terus mendukung upaya memerangi terorisme dan mewujudkan perdamaian yang lestari di Afghanistan,” lanjut pernyataan tersebut.

BACA JUGA: Ledakan di Kabul Buyarkan Aksi Demonstrasi Minoritas Hazara

Berdasarkan informasi terbaru, setidaknya 68 orang tewas, sebagian besar siswa, dan 165 lainnya luka-luka akibat ledakan bom yang terjadi di lingkungan Dasht-e-Barchi, Kabul. Lingkungan yang merupakan rumah bagi komunitas besar Syiah dari etnis minoritas Hazara di Kabul itu telah berulang kali menjadi sasaran serangan bom oleh kelompok teroris ISIS.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga turut mengutuk serangan bom tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah Afghanistan. Sedangkan kelompok Taliban menyatakan tidak terlibat dalam serangan bom itu dan mengutuk semua serangan kepada warga sipil Afghanistan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini