Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Mantan Penjual Nasi Bungkus, Tambal Ban, Loper Koran Jadi Pengusaha Travel

Doddy Handoko , Jurnalis-Selasa, 11 Mei 2021 |06:42 WIB
Kisah Mantan Penjual Nasi Bungkus, Tambal Ban, Loper Koran Jadi Pengusaha Travel
Bahriansyah (Foto: Doddy Handoko)
A
A
A

RIYAN ‘Momod’ Bahriansyah kecil di desa Bendan, Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak SD Momod kecil sudah terbiasa berjualan agar bisa membantu keluarganya secara perekonomian. Saat itu, sekitar tahun 1977, orangtuanya berjualan Songko. Sementara Momod yang baru menginjak kelas 3 SD kerap berkeliling kampung untuk menjajakan kue bolang-baling.

Beranjak SMP, Momod remaja tak lagi menjajakan kue bolang-baling dengan berkeliling kampung. Tapi ia lebih memilih untuk pergi ke Stasiun Pekalongan yang letaknya tak begitu jauh dari rumahnya.

Baca Juga: Jalur Tengkorak Pekalongan-Demak, Hati-hati di Alas Roban dan Perbatasan Semarang

Di sana, ia kerap bersama teman-teman sebayanya untuk berjualan nasi bungkus, teh botolan, atau apa pun yang bisa dijualnya kepada para penumpang. Selepas SMA Momod memutuskan untuk langsung bekerja. Dan karena keterbatasan lapangan pekerjaan di Pekalongan saat itu serta hanya berbekal ijazah SMA, Momod pun harus rela bekerja ala kadarnya.

Saat itu, Momod bekerja di salah satu bengkel tambal ban truk yang berada di pinggiran jalur Pantura. Jalur yang tak pernah sepi dari lalu-lalang kendaraan bermotor. Pekerjaannya memang terkesan remeh dan tak bernilai di mata orang banyak.

Momod melakoni pekerjaan yang sekasar itu hampir setengah tahun lamanya. Dan karena pekerjaannya itulah ia pun harus rela menjelma menjadi seperti kelelawar.

Di setiap malam Momod harus terjaga untuk bekerja, sedangkan di waktu pagi hingga petang ia memilih terlelap untuk mengembalikan kembali tenaga.

Baca Juga: Kisah 7 Wali Betawi dan Makam Wali yang Berubah Jadi Bong Tionghoa

Di satu titik tertentu ia merasa jenuh lagi suntuk terhadap pekerjaannya yang bisa dikatakan sebagai tukang tambal ban truk. Momod menuruti intuisinya untuk pergi ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Loper koran, itulah pekerjaan pertama yang didapatkan oleh Momod begitu menetap di Tanjungpinang. Tak jauh dari tempatnya biasa ngetem, ia melihat ada tempat kursus Bhs. Inggris. 

Demi mampu memenuhi sedikit keinginannya agar bisa mengecap bangku perkuliahan, maka ia pun memutuskan untuk mengikuti kursus itu. Maka, sembari mengojek dan menjadi loper koran, Momod remaja pun memanfaatkan waktunya untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement