DI betawi era Hindia Belanda, tokoh legendaris bernama Pitung banyak menyimpan misteri. Sebagian kisahnya dapat ditemukan dalam keterangan yang terpampang di dinding rumah “Rumah Pitung” di kawasan Marunda, Jakarta Utara.
Diinformasikan, ibu kandung Pitung berasal dari Rawa Belong (Jakarta Barat) dan ayahnya berasal dari daerah Cikoneng, Tangerang, Banten. Si Pitung diperkirakan lahir pada tahun 1866, di Cikoneng.
Ketika menginjak usia sekitar 8 tahun, Pitung mengalami kepahitan hidup. Kala itu, kedua orang tuannya bercerai, karena sang ibu menolak untuk dimadu.
Akhirnya Pitung kecil ikut ibunya kembali ke Rawa Belong, sedangkan ayahnya tetap tinggal di Cikoneng bersama istri mudanya. Dijelaskan juga, bahwa ayah Pitung bekerja pada seorang tuan tanah di Cikoneng.
Konon, setelah tinggal bersama ibunya di Rawa Belong, untuk membantu perekonomian sang ibu, Pitung kecil bekerja sebagai pengembala kambing, milik kakenya.
Setelah usianya kira-kira 14 tahun, oleh sang kakek, Pitung diberi kepercayaan untuk menjual kambingnya di pasar Kebayoran.
Baca Juga : Air Batu Quran Pandegelang Dipercaya Bikin Awet Muda
Pada suatu ketika, sesaat setelah Pitung kembali dari pasar usai menjual kambing, ia dirampok. Karena takut dimarahi oleh sang kakek berikut ibunya, ia tidak berani pulang ke rumah.
Pitung lalu mengembara, berkelana menempa diri. Dalam dadanya bergelora semangat untuk memusnahkan segala bentuk kekerasan dan ketidakadilan.
Maka, setelah peristiwa ia dirampok selanjutnya ia lari dari rumah untuk mengembara. Dalam pengembaraannya, kemudian sampailah Pitung di sebuah kampung yang bernama Kemayoran (Jakarta Pusat).
Di kampung ini, ia bertemu dengan Guru H.Naipin, seorang kiai ahli thariqat yang pandai bermain silat. Selanjutnya, Pitung pun belajar pada H.Naipin, kira-kira selama 6 tahun.
Di sisi lain, diterangkan, bahwa H.Naipin bersahabat dengan Muhammad Bakir, seorang pengarang Betawi terkemuka pada akhir abad XII. Dikisahkan juga, sebagai penulis, karya-karya Muhammad Bakir tersimpan di sejumlah museum terkemuka di dunia, di antaranya: di St Piterbruck, Rusia; London, Inggris; serta di beberapa museum lainnya di negara Belanda.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.