Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bethara Kala di Mustaka Masjid Lasem

Doddy Handoko , Jurnalis-Minggu, 23 Mei 2021 |07:29 WIB
Bethara Kala di Mustaka Masjid Lasem
Foto: Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Kubah atau mustaka biasanya akan diletakkan di tempat tertinggi di atas bangunan (sebagai atap). Mustaka itu bisa didapati di bangunan keraton atau masjid. Di masjid Lasem, Kab.Rembang terdapat mustaka masjid yang unik.

Menurut kitab Carita Sejarah Lasem , masjid Jami’ Lasem diperkirakan berdiri tahun 1588, berkat jasa Adipati Lasem, Pangeran Tejakusuma I atau Mbah Srimpet dan menantunya, Sayyid Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu.

“P.Tejakusuma membangun Masjid dengan tetap memperhatikan budaya masyarakat lokal, yang masih banyak terpengaruh agama Hindu. Salah satunya terlihat pada mustaka masjid, terdapat ornamen berbentuk barongan.”kata Abdullah Hamid, penggiat sejarah Lasem dan pengurus masjid Lasem.

Mustaka merupakan salah satu bagian penting sejarah penyebaran agama Islam di tanah Pulau Jawa. Posisinya yang berada paling atas di sebuah bangunan masjid adalah simbol keagungan.

Dijelaskannya, mustaka masjid ini diyakini mustoko tertua di kabupaten Rembang. Ia menceritakan mustaka setinggi 1,5 meter itu terbuat dari bahan tembikar, dengan ornamen khas.

Pada tahun tahun 2005, mustaka kuno itu musti dicopot, karena masjid Lasem direnovasi.Mengingat ada kekhawatiran semakin rusak, mustaka kemudian diganti berbahan tembaga, namun bentuknya hampir menyerupai mustaka lama.

Setelah renovasi masjid, mustaka tersebut diamankan ke sebuah tempat khusus. Mustaka yang lama disimpan ke dalam kerangkeng besi, sehingga dapat disaksikan umum.

Mustaka itu berwujud barongan dari tembikar. Menurut Masud Thoyib, budayawan jawa masih ada unsur hindu di mustaka.

" Barongan itu wujud dari Bethara Kala yang dipercaya oleh umat hindu sebagai dewa,"ucapnya.

Dalam ajaran agama hindu, Kala adalah putera Dewa Siwa. Kata kala berasal dari bahasa sansekerta yang artinya waktu). Dewa Kala sering disimbolkan sebagai raksasa yang berwajah menyeramkan, hampir tidak menyerupai seorang dewa.

Dalam filsafat hindu, Kala merupakan simbol bahwa siapa pun tidak dapat melawan hukum karma. Apabila sudah waktunya seseorang meninggalkan dunia fana, maka pada saat itu pula Kala akan datang menjemputnya.

Jika ada yang bersikeras ingin hidup lama dengan kemauan sendiri, maka ia akan dibinasakan oleh Kala. Maka dari itu, wajah Kala sangat menakutkan, bersifat memaksa semua orang

Selain mustaka masjid, di bagian atap dalam masjid terdapat tumpangsari terbagi 3 tingkat yang mencerminkan simbol ajaran agama islam yaitu iman, islam, dan ihsan. Sementara singkup lima tingkat mencerminkan rukun Islam (syahadat, shalat, puasa, zakat dan menunaikan hají).

Berdasarkan luas bangunan tersebut, masjid ini memiliki daya tampung sekitar 3500 jama’ah. Sedangkan sisa tanah digunakan untuk bangunan tempat wudhu, gedung perkantoran, gudang, tempat parkir, gedung madrasah dan kawasan bisnis (pertokoan dan swalayan).

Di belakang masjid terdapat makam para pendiri dan ulama-ulama sepuh Lasem, yaitu Adipati Tejokusumo I atau mbah Srimpet, wafat tahun 1632 M, Sayyid Abdurrohman Sambu, wafat tahun 1671 M, Mbah Djoyotirto atau KH. Baedhowi Awwal, pendiri PP. Al-Wahdah, wafat tahun 1950 M.

Kemudian, KH. Cholil Bin Abdurrosyid, pendiri PP. Annur, wafat tahun 1948 M, KH.Baidhowi Tsani, Pengasuh PP Al Wahdah dan Pendiri NU dan KH. Ma’soem Ahmad, pendiri PP. Al-Hidayat, wafat tahun 1972 M.

Lasem terletak di pantai utara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kota di tepi pantai yang masuk wilayah Kabupaten Rembang ini dikenal sebagai daerah santri.

Hampir di setiap sudut kota terdapat pesantren tradisional yang telah berdiri puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

Di tengah kota , di pinggir jalan raya Dendels Semarang-Surabaya terdapatlah masjid Jami Lasem.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement