Dapat Program RJIT Kementan, Produktivitas Petani Indramayu Meningkat Tajam

Karina Asta Widara , Okezone · Senin 24 Mei 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 1 2414771 dapat-program-rjit-kementan-produktivitas-petani-indramayu-melesat-tajam-4VFTWI5qfr.jpg Foto: Dok Kementan

INDRAMAYU – Kementan (Kementerian Pertanian) terus memperbaiki irigasi pertanian melalui program RJIT (Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier) . Kali ini program tersebut disalurkan untuk Kelompok Tani Sumber Waras I di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Program dengan anggaran Rp73,7 juta meningkatkan produktivitas petani di Desa Pawidean Kecamatan Jatibarang.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan pentingnya manajemen air guna mendukung produktivitas petani. Dalam pertanian, kata Mentan SYL, pasokan air harus selalu tersedia. Oleh karena itu, Mentan SYL menilai manajemen air menjadi sangat penting untuk selalu diperhatikan. Ia melanjutkan, Kementan memiliki sejumlah kegiatan guna mendukung manajemen air, salah satunya program RJIT.

“Perlu ditata airnya, misalnya di mana sekundernya, di mana primernya, di mana tersiernya, di mana kuarternya, di mana irigasi cacing yang ada sehingga bisa tiga kali (panen),” kata SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, pengelolaan air irigasi harus dilakukan dari hulu sampai ke hilir. Sebab, kata Ali, tak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi.

“Akibatnya, efisiensi dan efektivitas irigasi akan berkurang. Dengan begitu, produktivitas juga akan terganggu. Di sinilah pentingnya water management,” ucap Ali.

BACA JUGA: Guna Peningkatan Produksi Pangan, Tahun Ini Gianyar Perbaiki 20 Irigasi Tersier

Lewat kegiatan ini, Ali menjelaskan jika Ditjen PSP Kementan ingin meningkatkan kondisi infrastruktur jaringan, sehingga mampu meningkatkan fungsi layanan irigasi.

“RJIT ini bisa meningkatkan luas areal tanam dan indeks pertanaman, termasuk meningkatkan partisipasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)/Gabungan (GP3A)/Kelompok Tani (Poktan)/Gabungan Poktan dalam pengelolaan jaringan irigasi,” ucapnya.

Direktur Irigasi Pertanian, Rahmanto menjelaskan, secara teknis panjang bangunan realisasinya 182,2 meter, melebihi target sepanjang 174 meter. Untuk luas tambah oncoran, sebelum di-MT2 hanya bisa menanam seluas 40 hektare.

“Setelah dibangun diharapkan bisa ditanam seluas 67 hektar di-MT2. Untuk produktivitas tujuh ton per hektar, IP meningkat dari awal 1,2 saat ini IP-nya 2. Artinya ada peningkatan IP 0,8,” tutur Rahmanto.

Sedangkan untuk dimensi bangunan atau saluran lebar atas satu meter, lebar bawah 0,60 meter, lebar dinding atas 0,30 meter, lebar dinding bawah 0,4 meter dan tinggi dinding satu meter.

“Kami akan terus memprogramkan RJIT ini karena merupakan kebutuhan mendasar bagi petani dalam berproduksi dan meningkatkan produktivitasnya," katanya. CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini