MYANMAR - Lebih dari 125 ribu guru sekolah di Myanmar telah diskors oleh otorita militer karena mengikuti gerakan pembangkangan sipil untuk menentang kudeta militer pada Februari, kata seorang pejabat Federasi Guru Myanmar.
Langkah itu dilakukan beberapa hari sebelum dimulainya tahun ajaran baru. Sebagian guru dan orangtua memboikot tahun ajaran baru. Aksi mereka merupakan bagian dari kampanye yang telah melumpuhkan negara itu sejak kudeta itu menghentikan reformasi demokrasi yang telah berjalan sepuluh tahun.
Hingga Sabtu (22/5), sebanyak 125.900 guru sekolah diskors, kata pejabat federasi guru yang menolak memberitahu namanya. Dia masuk dalam daftar orang diburu oleh junta karena dituduh menghasut kebencian.
Myanmar memiliki 430 ribu guru sekolah, menurut data terbaru dua tahun lalu.
Reuters belum berhasil menghubungi juru bicara junta atau kementerian pendidikan untuk dimintai komentarnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.