Malaysia "Total Lockdown" hingga 14 Juni, Ini Alasannya

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 28 Mei 2021 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 18 2416995 malaysia-total-lockdown-hingga-14-juni-ini-alasannya-NH8cMzu8Sj.jpg Ilustrasi (Foto : Reuters)

KUALA LUMPUR - Malaysia bakal menutup semua sektor ekonomi dan sosial dengan menerapkan "total lockdown" secara nasional. Fase pertama penguncian akan berlangsung dari 1 Juni hingga 14 Juni.

Langkah itu diumumkan dalam pernyataan media yang diposting di halaman Facebook Perdana Menteri Muhyiddin Yassin Jumat malam (28 Mei).

Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang terdaftar oleh Dewan Keamanan Nasional yang akan diizinkan beroperasi selama Fase 1 penguncian, kata pernyataan tertulis tersebut, yang dinukil dari Channel News Asia, Jumat (28/5/2021).

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan situasi penularan Covid-19 saat ini di Malaysia dengan jumlah kasus harian melebihi 8.000 dan kasus aktif melebihi 70.000, kata Muhyiddin. Lebih dari 2.550 orang di Malaysia telah meninggal karena penyakit tersebut.

Munculnya varian Covid-19 yang lebih ganas juga memengaruhi keputusan Dewan Keamanan Nasional untuk memberlakukan lockdown.

"Dengan peningkatan tajam dalam jumlah harian kasus Covid-19, kapasitas rumah sakit untuk merawat pasien di seluruh negeri "menjadi lebih terbatas", kata PM Malaysia Muhyiddin Yassin.

Baca Juga : Breaking News : Malaysia Umumkan Lockdown Total Imbas Lonjakan Kasus Covid-19

Jika penguncian total Fase 1 berhasil mengurangi kasus Covid-19 harian, pemerintah akan menerapkan penguncian Fase 2 selama empat minggu dengan mengizinkan pembukaan kembali beberapa sektor ekonomi yang tidak melibatkan pertemuan besar.

“Setelah lockdown Fase 2 berakhir, langkah selanjutnya adalah fase ketiga, yaitu menerapkan perintah pengendalian pergerakan yang serupa dengan yang berlaku saat ini, di mana kegiatan sosial tidak diperbolehkan dan hampir semua sektor ekonomi diizinkan beroperasi dengan mengikuti standar yang ketat. prosedur operasi dan kehadiran fisik yang terbatas di tempat kerja,” kata perdana menteri.

Namun, keputusan untuk berpindah dari satu fase ke fase berikutnya akan tunduk pada penilaian risiko kementerian kesehatan, dan akan didasarkan pada beban kasus harian dan kapasitas rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19.

Pemerintah akan memastikan sistem kesehatan masyarakat Malaysia tidak akan runtuh dan dukungan serta bantuan akan diberikan kepada kementerian kesehatan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit.

“Pemerintah juga akan meningkatkan jumlah pengiriman vaksin dalam kurun waktu beberapa minggu ke depan dalam upaya mengembangkan imunitas kawanan di dalam negeri. Sebagai hasil dari keputusan pemerintah untuk melaksanakan penutupan ekonomi dan sosial secara penuh, Kementerian Keuangan akan merinci paket bantuan untuk masyarakat dan sektor ekonomi yang terkena dampak,” kata Muhyiddin.

Pengumuman Muhyiddin datang ketika Malaysia menetapkan rekor kasus Covid-19 untuk hari keempat berturut-turut dengan 8.290 infeksi baru, sehingga total nasional melewati 549.000.

Sebanyak 61 kematian karena Covid-19, berusia antara 27 dan 92 dilaporkan, mendorong jumlah kematian di Malaysia menjadi 2.552.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini