Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Makna dan Isinya

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 01 Juni 2021 |07:03 WIB
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Makna dan Isinya
Kesaktian Pancasila.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Setiap tanggal 1 Juni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memperingati Hari Lahir Pancasila. Peringatan tersebut sangat berarti bagi rakyat, pasalnya menjadi pedoman dan dasar negara Indonesia.

Berikut makna dan isi Pancasila:

1.Makna yang terkandung pada Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa

Seperti diketahui, sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” dapat dipahami bahwa Indonesia merupakan negara yang mempercayai adanya Tuhan. Bahkan Indonesia mengakui adanya keberagaman agama yang sama-sama menjunjung tinggi nilai ketuhanan.

Sila pertama ini dilambangkan oleh simbol bintang berkepala lima dengan warna kuning keemasan yang berada di dalam perisai hitam. Simbol ini mencerminkan sebuah cahaya seperti layaknya Tuhan yang menjadi penerang bagi setiap jiwa manusia.

Baca Juga: Napak Tilas Lokasi Berdarah G30S/PKI, Kini Jadi Museum

Selain itu, nilai Ketuhanan yang dijadikan sebagai sila pertama menunjukkan bahwa Tuhan menjadi pedoman paling utama bagi setiap manusia untuk menjalankan kehidupan.

Penjabaran dari sila pertama:

1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement