Senat AS Kukuhkan Hakim Federal Muslim Pertama

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 11 Juni 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 18 2423625 senat-as-kukuhkan-hakim-federal-muslim-pertama-SkXyhv3yB9.jpg Zahid Quraishi (Foto: Yahoo)

NEW JERSEY - Senat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (10/6) memilih Zahid Quraishi menjadi Hakim Distrik AS untuk Distrik New Jersey. Dia menjadi hakim federal AS muslim pertama dalam sejarah AS.

"Mr. Quraishi akan menjadi Muslim Amerika pertama dalam sejarah Amerika Serikat yang menjabat sebagai hakim federal Pasal III. Agama terbesar ketiga di Amerika Serikat, dan dia akan menjadi orang pertama yang pernah menjabat sebagai hakim Pasal III," ungkap Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengatakan pada Rabu (9/6) dalam sambutannya menjelang pemungutan suara.

"Kita harus memperluas tidak hanya keragaman demografis, tetapi keragaman profesional, dan saya tahu bahwa Presiden Biden setuju dengan saya dalam hal ini, dan ini akan menjadi sesuatu yang akan saya lakukan," terang Schumer, mencatat bagaimana Quraishi adalah "kuat" dalam hal ini.

Sebelum pengukuhannya, Quraishi telah menjabat sebagai hakim AS di New Jersey. Menurut biografinya, dia adalah keturunan Pakistan dan memiliki perbedaan sebagai orang Asia-Amerika pertama yang melayani di bangku federal di New Jersey.

Senator Demokrat Dick Durbin mengatakan dalam sambutannya pada Kamis (10/6) jika Quraishi telah "memiliki karir pelayanan publik yang luar biasa," dan mencatat bahwa dia adalah "putra imigran Pakistan."

Pada Maret lalu, ketika Biden mengumumkan niatnya untuk mencalonkan Quraishi, Gedung Putih mengatakan dia "menjabat sebagai Asisten Jaksa AS di Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik New Jersey dari 2008 hingga 2013. Sebelum bergabung dengan kantor Kejaksaan AS, Hakim Quraishi menjabat sebagai asisten kepala penasihat di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Ia juga menjabat sebagai jaksa militer dan mencapai pangkat Kapten di Korps Advokat Jenderal Hakim Angkatan Darat AS, yang ditugaskan ke Irak untuk mendukung Operasi Pembebasan Irak pada tahun 2004 dan 2006. "

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini