Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Keluarga Muslim Korban Pembunuhan Kebencian di Kanada

Agregasi VOA, · Senin 14 Juni 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 18 2424760 ratusan-orang-hadiri-pemakaman-keluarga-muslim-korban-pembunuhan-kebencian-di-kanada-Prt7oGgV23.jpg Orang-orang menghadiri pemakaman keluarga Afzaal yang menjadi korban pembunuhan bermotif kebencian di London, Ontario, Kanada, 12 Juni 2021. (Foto: Reuters)

ONTARIO - Ratusan pelayat pada Sabtu (12/6/2021) menghadiri upacara pemakaman keluarga Muslim Kanada yang ditabrak seorang pengendara truk pada Minggu (6/6/2021) pekan lalu dalam serangan yang kata polisi bermotif kebencian.

Pihak berwenang mengatakan keempat korban, satu keluarga tiga generasi, tewas saat Nathaniel Veltman, (20 tahun), menabrak mereka ketika mereka sedang berjalan-jalan sore dekat rumah di London, Ontario. Anggota keluarga kelima, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, dirawat di rumah sakit.

BACA JUGA: Keluarga Muslim Tewas dalam Serangan yang 'Direncanakan', Diduga Kejahatan Rasial

Polisi mengatakan serangan itu terencana, dan menduga keluarga itu ditarget karena keyakinan mereka.

Kantor berita Reuters melaporkan upacara dimulai setelah empat peti jenazah yang diselimuti bendera Kanada tiba di komplek Islamic Center of Southwest Ontario. Upacara diakhiri dengan salat jenazah serta pembacaan doa dan ucapan duka cita oleh para pemuka agama dan masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemakaman secara tertutup.

"Peti jenazah mereka ditutupi dengan bendera Kanada yang indah. Ini menunjukkan bahwa seluruh bangsa Kanada mendukung mereka," kata Raza Bashir Tarar, Komisioner Tinggi Pakistan untuk Kanada, kepada para pelayat.

BACA JUGA: PM Kanada: Serangan Tabrakan Satu Keluarga Muslim sebagai Aksi Teroris

Keluarga itu pindah ke Kanada dari Pakistan sekitar 14 tahun lalu.

Veltman, yang akan disidang lagi Senin (14/6/2021), menghadapi empat dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan satu percobaan pembunuhan.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau telah menyebut pembunuhan itu "serangan teroris" dan berjanji akan menindak keras kelompok-kelompok ekstrem kanan dan kebencian secara daring (online).

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini