Keluarga Muslim Tewas dalam Serangan yang 'Direncanakan', Diduga Kejahatan Rasial

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 08 Juni 2021 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 18 2421701 keluarga-muslim-tewas-dalam-serangan-yang-direncanakan-diduga-kejahatan-rasial-exebdYves5.jpg KePolisian Ontario, Kanada konferensi pers tentang keluarga muslim yang tewas diserang (Foto: BBC)

KANADA - Empat anggota keluarga Muslim tewas dalam serangan kendaraan yang "direncanakan" pada Minggu (6/6). Polisi Kanada mengatakan serangan yang diduga terjadi di kota London, provinsi Ontario.

Para korban adalah dua wanita - berusia 74 dan 44 tahun - seorang pria berusia 46 tahun dan seorang gadis berusia 15 tahun. Mereka belum diberi nama, sesuai dengan keinginan keluarga. Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun, satu-satunya keluarga yang selamat, dirawat di rumah sakit dengan luka serius tetapi tidak mengancam jiwa.

Polisi menyebut tersangka penyerang sebagai Nathanial Veltman, 20, dari London, Ontario. Dia ditangkap tanpa insiden di sebuah pusat perbelanjaan sekitar 6 km (4,8 mil) dari TKP.

Veltman telah didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan dan satu percobaan pembunuhan.

"Diyakini bahwa para korban ini menjadi sasaran karena mereka Muslim," kata Inspektur Detektif Paul Waight dalam konferensi pers, Senin (7/6).

Dia mengatakan polisi sedang menimbang kemungkinan tuduhan terorisme. Dia menambahkan bahwa itu diyakini sebagai kejahatan rasial.

Waight mengatakan belum diketahui apakah tersangka memiliki hubungan dengan kelompok kebencian.

(Baca juga: Mengapa Korut Larang Bahasa Gaul, Jeans, dan Film Asing yang Digambarkan Sebagai 'Racun Berbahaya'?)

"Tidak ada hubungan sebelumnya yang diketahui antara tersangka dan para korban," terangnya.

Dia menjelaskan tersangka mengenakan rompi yang tampaknya "seperti pelindung tubuh".

Para pejabat menambahkan jika cuaca baik dan kondisi visibilitas tinggi ketika truk hitam itu terlihat menaiki trotoar di Hyde Park Road sekitar pukul 20:40 waktu setempat pada Minggu (6/6).

Seorang saksi mata mengatakan kepada CTV News bahwa dia harus melindungi mata putrinya dari mayat-mayat itu.

Saksi lain mengatakan kepada CTV bahwa adegan itu "hanya kekacauan".

"Ada orang di mana-mana dan berlarian," kata Paige Martin.

(Baca juga: Menlu RI: Dukungan China Penting untuk Capai Solusi Damai di Myanmar)

"Warga berusaha mengarahkan kendaraan darurat ke mana harus pergi. Ada banyak yang menunjuk dan berteriak dan melambaikan tangan,” lanjutnya.

Perdana Menteri Ontario Doug Ford termasuk di antara mereka yang memberikan penghormatan kepada para korban. "Kebencian dan Islamofobia TIDAK memiliki tempat di Ontario,” cuitnya.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mentweet bahwa dia "ngeri" dengan berita itu.

"Kepada orang-orang terkasih dari mereka yang diteror oleh aksi kebencian kemarin, kami di sini untuk Anda," tulisnya.

"Ini adalah tindakan pembunuhan massal, dilakukan terhadap Muslim, terhadap warga London, dan berakar pada kebencian yang tak terkatakan," kata Wali Kota London Ed Holder.

Dalam sebuah pernyataan, Walikota Holder mengatakan dia berbicara "atas nama semua warga London ketika saya mengatakan hati kami hancur".

"Kami berduka untuk keluarga, tiga generasi di antaranya sekarang telah meninggal,” terangnya.

Pernyataan walikota menambahkan bahwa dia telah memerintahkan bendera di luar Balai Kota London diturunkan selama tiga hari berkabung.

Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyerang harus menghadapi tuduhan terorisme.

"Seorang pria diduga masuk ke mobilnya, melihat sebuah keluarga Muslim berjalan di jalan, dan membuat keputusan bahwa mereka tidak layak untuk hidup," kata CEO organisasi Mustafa Farooq.

"Dia tidak mengenal mereka. Ini adalah serangan teroris di tanah Kanada, dan harus diperlakukan seperti itu," lanjut pernyataannya.

"Ini adalah manusia tak berdosa yang dibunuh hanya karena mereka Muslim,” terang Nawaz Tahir, seorang pengacara London dan perwakilan komunitas Muslim, mengatakan selama konferensi pers.

"Kami akan berdiri teguh melawan Islamofobia. Kami akan berdiri teguh melawan teror dengan iman, dengan cinta, dan pencarian keadilan," lanjutnya.

"Benci tidak akan pernah menutupi cahaya cinta,” tambahnya.

Serangan itu adalah yang terburuk terhadap Muslim Kanada sejak enam orang tewas di masjid Kota Quebec pada 2017.

Sensus 2016 menemukan bahwa London - sebuah kota sekitar 200 km barat daya Toronto - tumbuh semakin beragam. Satu dari lima orang lahir di luar Kanada, dengan orang Arab menjadi kelompok minoritas terbesar di wilayah itu, dan orang Asia Selatan berada di urutan kedua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini