JAKARTA - Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, menyoroti lonjakan kasus Covid-19. Menurutnya, pembatasan mobilitas masyarakat dan kerumunan menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Untuk menekan penularan agar tidak terjadi terus menerus, Gerakan 5 M penting dilakukan secara disiplin. Gerakan itu di antaranya, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi.
"Bagaimana cara menghindari, memutus rantai penularannya, sebetulnya tindakanya sama. Selama kita bisa menghentikan mencegah virus itu loncat dari satu orang ke orang lain itu kita memutuskan rantai penularan," kata Amin di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/6/2021).
Baca Juga: Satgas Covid-19: Tingkat Kepatuhan Prokes di Bali Paling Tinggi
Selain menggalakkan gerakan 5M, langkah lain yang perlu dilakukan adalah mempercepat kemampuan vaksinasi kepada masyarakat. Dengan begitu, menurut dia, pemerintah bisa mencapai herd immunity dengan cepat.
"Jadi herd immunity harus sesegera mungkin. Karena kita berlomba dengan kecepatan si virus itu bermutasi," ujarnya.
Tak hanya itu, Amin berpendapat jika kecepatan tracing juga dianggap penting dalam memutus penularan Covid-19. Namun, kendalanya saat ini waktu antara kasusnya masuk sampai mendapatkan WGS itu masih sangat panjang.