Yang terpenting, kata Kang Emil, selain kreatif caranya juga baik dengan satu tujuan,vaksinasi Lansia di Jabar bisa terdongkrak dan masyarakat rentan ini bisa terlindungi dari penularan Covid-19 yang saat ini tengah melonjak.
Gubernur pun mendorong pemerintah kota/kabupaten untuk mengadakan sentra vaksinasi atau dengan cara jemput bola bekerja sama dengan TNI/Polri, BUMN, BUMD, maupun swasta. Mengingat berdasarkan evaluasi Covid-19 pada 15 Juni 2021 lalu, jumlah lansia di Jabar yang sudah menerima vaksin dosis pertama yaitu seanyak 479.901 orang atau 10,90 persen. Sementara yang sudah menerima dosis kedua sebanyak 311.509 orang atau 7,07 persen.
Salah seorang warga Asep Saepudin (67), kakek yang mendapatkan satu ekor ayam hidup usai divaksin. Diakui dia, sebelumnya dia ketakutan untuk menerima vaksin gara-gara divaksin langsung meninggal, apalagi ada vaksin mengandung minyak babi.
(Angkasa Yudhistira)