Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kepergok Mencuri Sambil Bawa Parang, Pia Ini Tewas Dihakimi Massa

Era Neizma Wedya , Jurnalis-Senin, 28 Juni 2021 |20:15 WIB
Kepergok Mencuri Sambil Bawa Parang, Pia Ini Tewas Dihakimi Massa
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
A
A
A

OGAN ILIR - Seorang pencuri berinisial YA tewas setelah dihakimi massa saat sedang menyatroni toko milik warga di wilayah Desa Sukapindah, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, pada Senin (28/6/2021) dinihari tadi.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy melalui Kapolsek Tanjung Raja, Iptu Joko Edy Santoso mengatakan, peristiwa yang menewaskan pelaku ini terjadi saat pemilik rumah terbangun karena terdengar suara berisik di toko. Saat mengetahui tokonya disatroni maling, korban berteriak sehingga mengundang perhatian warga sekitar.

"Saat beraksi, korban membawa senjata tajam parang, lalu warga yang emosi menghakimi korban hingga tewas," katanya.

Korban yang tergeletak bersimbah darah itu lalu dibawa ke Puskesmas Tanjung Raja. Dan hingga kini Polisi sedang menyelidiki perkara penganiayaan yang mengakibatkan YA tewas.

"Penyelidikan kasus pencurian tetap kami dalami. Untuk kasus penganiayaan berat, tetap kita selidiki siapa saja yang terlibat," tegas Joko.

Sementara saat ini jenazah YA telah dikebumikan pihak keluarga di kampung halamannya di Indralaya Selatan.

"Jenazah korban sudah dimakamkan pihak keluarga," kata Joko.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri saat mengetahui atau menyaksikan ada tindak pencurian.

"Masyarakat hendaknya jangan main hakim sendiri. Laporkan kepada pihak berwajib jika ada tindak pencurian, agar tidak malah tersangkut kasus hukum," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement