Astaga! Ada 472 Klaster Covid-19 di Jawa Timur

Lukman Hakim, Koran SI · Rabu 30 Juni 2021 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 519 2433204 astaga-ada-472-klaster-covid-19-di-jawa-timur-fKBbWgl1Lt.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

SURABAYA - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak menyebut, saat ini di Jatim terdapat 472 klaster Covid-19 dari total 1.342 kasus di Jatim.

Hal itu disampaikan Emil saat menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto di Pendopo Kabupaten Mojokerto, Selasa (29/6/2021) malam.

"Untuk mencegah munculnya klaster baru, kami berharap agar Kabupaten Mojokerto menunjukkan kedisiplinan dalam menerapkan tracing," kata Emil.

Saat ini, kata dia, Pemkab Mojokerto pun sudah menerapkan penanganan intensif, yakni ketika ada 1 pasien positif, maka dilakukan tracing kepada 20 hingga 25 orang. Untuk memperkuat tracing, BPBD Jatim akan membantu pengadaan antigennya.

"Arahan Ibu Gubernur Khofifah, BPBD akan terus memantau sinergi apa yang bisa kita bangun dalam kaitan dengan proses tracing," tandas mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Dari hasil rapat koordinasi tersebut, Emil menyampaikan beberapa tindakan yang sudah dilakukan Pemkab Mojokerto dalam menangani lonjakan kasus Covid-19.

Baca Juga : Pesan Wapres Agar Vaksin Covid-19 Bisa 2 Juta Per Hari

Antara lain, mengidentifikasi risiko terkait agenda hajatan pernikahan. Data di Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sekitar 800 pasangan akan melakukan pernikahan dalam waktu dekat.

"Tentu ini menjadi atensi kita bersama. Mungkin ada peraturan, akad diperbolehkan tapi hajatan untuk sementara waktu ditiadakan," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat mewaspadai lonjakan COVID-19 akibat klaster keluarga. Pasalnya, kontribusi klaster keluarga terhadap penyebaran corona akhir- akhir ini sangat tinggi.

“Tidak jarang saat bertemu dengan keluarga justru merasa aman dan akhirnya mengabaikan protokol kesehatan. Padahal potensi penularan di keluarga akhir- akhir ini sangat tinggi,” ungkap Khofifah.

Khofifah menyebut, tingginya jumlah klaster keluarga mendapat perhatian serius Pemprov Jatim. Apalagi tak jarang banyak anggota keluarga yang dalam keadaan desaturasi baru dibawa ke rumah sakit. Bahkan sampai meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

"Mayoritas korban meninggal dalam klaster keluarga adalah kelompok rentan seperti lansia. Tapi saat ini juga menimpa usia muda bahkan anak- anak," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini