JAKARTA - Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat akan dilaksanakan di Kabupaten/Kota yang masuk level 3 dan 4 Covid-19 di Jawa Bali mulai 3-20 Juli 2021.
Lalu, apa yang dimaksud dengan level 4 dan 3 Covid-19 ini? Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin pun menjelaskan bahwa level 3 dan 4 ini adalah berdasarkan guideline dari WHO.
“Jadi berdasarkan guideline WHO yang baru, level dari krisisnya suatu daerah itu dilihat dari dua faktor besar. Satu, laju penularannya. Yang kedua daya responsif atau kesiapan Kota Kabupaten untuk merespon,” kata Budi dalam Konferensi Pers PPKM Darurat secara virtual, Kamis (1/7/2021).
Baca juga: Posting Kebijakan PPKM Darurat, Ustadz Yusuf Mansur Berdoa untuk Indonesia
Budi menjelaskan, laju penularan itu di ukur tiga hal yaitu banyaknya kasus konfirmasi setiap 1.000 penduduk, berapa yang masuk rumah sakit setiap 1.000 penduduk, dan berapa yang mati. “Jadi 3 indikator itu harus konsisten,” katanya.
“Jadi kadang-kadang kalau kita ternyata kasus testing nggak dilaporkan semua, jadi kelihatannya bagus, hijau, tapi yang masuk rumah sakit banyak, itu kan gak makesense, atau yang mati banyak,” paparnya.
Baca juga: PPKM Darurat Diberlakukan, Saham Matahari hingga Ramayana Keok
“Nah, akhirnya WHO bilang untuk indikator grup yang pertama laju penularan itu dilihat kasus konfirmasinya level berapa. Level satu 20 per 1.000, level dua 20 per 50 dan selanjutnya. Tapi dia cek juga yang masuk rumah sakit berapa, dia juga yang wafat berapa, itu satu grup ya,” jelas Budi.
Budi mengatakan, grup yang kedua adalah kapasitas responnya. “Jadi berdasarkan laju penularannya gimana kapasitas respons dari daerah tersebut, kuat apa enggak. Itu diukurnya adalah dari positivity rate, jadi dilihat kapasitas testingnya bagus apa enggak,” tuturnya.
“Kemudian dilihat tracingnya dia bagus apa enggak ya, kuat apa enggak. Kemudian dari bed occupancy ratenya, kalau sudah masuk rumah sakit diukur apa nggak. Nah, dari ke-6 indikator ini, 3 masuk kelompok yang pertama indikator lagi penularan, 3 itu masuk kelompok yang kedua, indikator kapasitas respon, kemudian kita bisa lihat level 1, 2, 3 nya,” katanya.
Sehingga, dari penilaian itu kata Budi, maka akan terlihat wilayah yang masuk level 3 dan 4. “Jadi, kelihatan itu indikator 3 dan 4 adalah yang kapasitasnya terbatas atau sedang dan transmisi yang tinggi. Agak complicated,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.